Wasit asal Prancis itu pernah memimpin pertandingan playoff Olimpiade Paris 2024 antara Indonesia dan Guinea yang berakhir kontroversial setelah memberikan dua penalti untuk Guinea.
Keputusan tersebut memicu protes keras dari kubu Indonesia hingga pelatih Shin Tae-yong menerima kartu merah.
Baca Juga: Persija Antusias Sambut Turnamen Piala Presiden 2026, Ajang Pemanasan Sebelum Super League Dimulai
Kontroversi perwasitan di Piala Dunia 2026 sejatinya sudah muncul sejak pertandingan pembuka antara Meksiko dan Afrika Selatan.
Laga itu menghasilkan tiga kartu merah, jumlah terbanyak sepanjang sejarah pertandingan pembuka Piala Dunia.
Sejumlah pakar perwasitan mempertanyakan kartu merah yang diterima kapten Afrika Selatan Thimba Zwane setelah intervensi VAR. Hukuman tersebut dinilai terlalu berat karena tidak memperlihatkan unsur kekerasan yang jelas.
Baca Juga: Brighton Luncurkan Jersey Kandang dan Tandang untuk Musim 2026/26
Keputusan mengusir bek Meksiko Cesar Montes juga memunculkan perdebatan.
Sejumlah analis menilai pelanggaran yang dilakukan belum memenuhi unsur menggagalkan peluang emas mencetak gol (denial of an obvious goal-scoring opportunity), sehingga masih terbuka ruang interpretasi.
Rentetan polemik tersebut kembali memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas VAR dan bagaimana kualitas wasit FIFA.
Artikel Terkait
adidas Luncurkan TRIONDA FINAL, Bola Resmi Semifinal hingga Final Piala Dunia 2026
Amerika Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Pulisic Curhat: Sungguh Mengecewakan Harus Tersingkir dengan Cara Seperti Ini
Brasil Gagal di Piala Dunia 2026, Carlo Ancelotti: Ini Awal, Bukan Akhir bagi Brasil
Roberto Martinez Dituding Jadi Biang Keladi Kegagalan Portugal di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026: Scaloni Menangis Usai Argentina Lolos Dramatis, Mesir Protes Wasit