Sebagai contoh, Moreno mengingat suatu hari ketika Pedro mencetak enam gol, tetapi tetap pulang dengan kesal karena timnya kalah 7-6.
Di balik sifat kompetitifnya, Pedro juga memiliki sisi lain. Moreno menambahkan, "Di luar lapangan, Pedro selalu membawa kebahagiaan. Dia anak yang sangat lucu dan spontan, sosok yang mudah disukai banyak orang. Di dalam bus, dia selalu melontarkan lelucon."
Bahkan, teman-teman yang dikenalnya pada masa itu masih tetap dekat dengannya dan mereka rutin berkumpul setiap kali Pedro pulang ke Don Benito.
Baca Juga: Komentar Rodri Usai Spanyol Singkirkan Portugal
Meski Pedro menonjol dibandingkan rekan-rekan sebayanya, Extremadura, yang berbatasan dengan Portugal, merupakan salah satu wilayah Spanyol yang relatif kurang terhubung.
"Wilayah ini sering terlupakan, sehingga sangat jarang seorang pencari bakat datang ke sini," ujar Moreno.
"Namun, Pedro berhasil melangkah lebih jauh karena suatu hari dia pergi ke Madrid untuk membela tim perwakilan Extremadura. Kalau bukan karena pertandingan itu, mungkin dia tidak akan berada di posisinya sekarang karena tidak akan ada yang menemukannya."
Baca Juga: Persib Bandung Tak Pasang Target di Piala Presiden 2026
Pada 2015, Porro bergabung dengan akademi Rayo Vallecano sebelum pindah ke Girona dua tahun kemudian. Alex Granell, mantan kapten klub asal Catalunya tersebut, masih mengingat kesan yang langsung ditinggalkan Porro.
"Biasanya pemain dari tim junior tidak terlalu menonjol karena mereka cenderung pendiam, tetapi sejak hari pertama dia sudah memberikan pengaruh besar kepada tim karena kepribadiannya," ujar Granell.
"Dia selalu menghormati orang lain, tetapi juga sangat berani dan percaya diri. Dia rendah hati, tetapi juga tidak takut mengambil risiko. Memang seperti itulah dia. Kalau ingin melakukan nutmeg kepada Anda, dia akan melakukannya karena memang memiliki kemampuan untuk itu."
Baca Juga: Terganggu Proyek Konstruksi, Skuad Norwegia Terpaksa Pindah Hotel
Bukan hanya itu. Granell melanjutkan, "Sejak hari pertama dia sudah memiliki suara di ruang ganti. Usianya memang masih sangat muda, tetapi dia punya karisma dan dalam waktu singkat menjadi sosok yang sangat disukai. Rasanya seperti dia sudah lama bersama kami."
Granell juga mengungkapkan bahwa sejak awal ia melihat Pedro sebagai seorang pemain muda yang ingin "menjadikan sepak bola sebagai jalan menuju kehidupan yang lebih baik."
Musim terobosan Pedro datang pada 2018/19 ketika ia tampil dalam 32 pertandingan kasta tertinggi Spanyol, dengan 25 di antaranya sebagai starter.
Artikel Terkait
Data dan Fakta Menarik Delapan Tim yang Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026 (Bagian 1)
Khawatir dengan Wasit, Swiss Bersiap Menghadapi Potensi Kartu Merah Melawan Argentina
Lionel Messi Bisa Kembali Terkena Sanksi Jika Argentina Mencapai Final Piala Dunia 2026
Prediksi Spanyol vs Belgia: Beban Berat Sejarah
Lahir di Belgia Besar di Spanyol: Courtois di Simpang Jalan