Konflik bersenjata memperebutkan wilayah pulau tersebut dinilai memiliki dampak emosional yang berbeda dengan Perang Dunia II. Memori sejarah itu bahkan sempat dihidupkan kembali lewat nyanyian berjudul Muchachos oleh para pemain Argentina di ruang ganti.
Baca Juga: Eugenie Bouchard Tak Menolak Pakai Pakaian Tenis Putih
Keputusan pemulangan ini terbilang ironis mengingat performa kepemimpinan kedua wasit tersebut sebenarnya menuai banyak pujian di sepanjang turnamen. Baik Oliver maupun Taylor sebelumnya digadang-gadang sebagai kandidat terkuat untuk memimpin laga puncak.
Oliver tercatat telah sukses mengawal empat pertandingan besar, termasuk laga tensi tinggi antara Spanyol melawan Belgia. Di laga tersebut, ia sempat tidak sengaja menghalangi pergerakan Dani Olmo sebelum akhirnya meminta maaf dan menghentikan laga.
Sementara itu, Taylor juga tampil impresif saat memimpin laga Uzbekistan melawan Kolombia serta duel panas Portugal kontra Spanyol. Kini, keduanya harus mengakhiri perjalanan di Amerika Serikat lebih cepat dan bersiap kembali ke kompetisi domestik.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
Spanyol Tembus Semifinal Piala Dunia 2026 Hanya Kebobolan Sekali
Ibrahima Konate Ingatkan Prancis Jangan Fokus pada Lamine Yamal
Diego Forlan Rangkap Jabatan Jadi Pelatih Uruguay
FIFA Pertimbangkan Tambah Peserta Piala Dunia 2030 Jadi 64 Negara