Jesus bahkan tidak segan membagikan cerita masa lalu saat dirinya harus berhadapan dengan kedisplinan penyerang Brasil, Neymar. Pendekatan verbal yang sangat lugas kerap ia gunakan demi mengoreksi performa anak asuhnya di atas lapangan hijau.
Baca Juga: Eugenie Bouchard Tak Menolak Pakai Pakaian Tenis Putih
"Suatu hari saya mengatakan langsung kepada Neymar, 'Kamu sudah habis'," ungkapnya.
Penggalan kisah itu seolah menjadi peringatan bagi seluruh penggawa Portugal untuk tidak bermain-main dengan regulasi kepelatihannya. Fokus utama Jesus saat ini adalah membangun fondasi skuad yang tangguh untuk jangka waktu empat tahun ke depan.
Di bawah kepemimpinan Presiden FPF Pedro Proenca, Jesus dibebani target besar untuk meloloskan tim ke Euro 2028. Puncak dari misi jangka panjang tersebut adalah menjadi penantang gelar utama saat Portugal menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2030.
Baca Juga: Lando Norris Lakukan Debut Publik McLaren MCL-HY di Goodwood Festival of Speed
Banyak pengamat menilai Portugal membutuhkan perombakan total demi memulihkan mentalitas usai kegagalan memilukan di putaran final tahun ini. Namun, pandangan tersebut ditepis oleh Jesus yang melihat materi pemain peninggalan Martinez masih sangat potensial.
Skuad Portugal saat ini dinilai cukup ideal karena hanya dihuni oleh enam pemain senior berkepala tiga. Melalui kombinasi pemain muda berbakat, Jesus optimistis mampu mengembalikan kejayaan Selecao das Quinas di panggung internasional.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
Roberto Martinez Mundur dari Timnas Portugal, Penggantinya Mantan Bos Ronaldo
Komentar Rodri Usai Spanyol Singkirkan Portugal
Roberto Martinez Dituding Jadi Biang Keladi Kegagalan Portugal di Piala Dunia 2026
Rodri Minta Maaf Usai Provokasi Bernardo Silva pada Laga Portugal vs Spanyol
Amerika Serikat dan Portugal Tersingkir, Harga Tiket Piala Dunia 2026 Anjlok