Spanyol tidak menggunakan taktik menugaskan pemain untuk secara khusus menjaga Messi.
Sebaliknya, mereka fokus untuk menghentikan umpan yang ditujukan kepada kapten Argentina itu, sekaligus mencegah Enzo Fernandez, Alexis MacAllister, dan rekan-rekan mereka membangun permainan melalui lini tengah.
Messi baru lebih sering menerima bola setelah Spanyol unggul di babak kedua perpanjangan waktu dan secara proaktif mundur.
Namun, waktu yang tersisa tidak cukup bagi pemain berusia 39 tahun itu untuk menciptakan penyelamatan lain bagi Argentina.
Baca Juga: Sporting CP Bidik Pemain Socceroos Nestory Irankunda Senilai 22 Juta Euro
Ronaldo percaya bahwa kesuksesan Spanyol berasal dari kualitas yang konsisten dan sistem permainan yang terstruktur dengan baik, berbeda dengan Argentina yang mengandalkan momen-momen brilian individu.
"Tim nasional Argentina tidak pernah memainkan sepak bola yang bagus. Mereka hanya berjuang dengan tekad yang tinggi, bukan dengan sepak bola yang indah," komentar Ronaldo.
"Spanyol memiliki DNA sepak bola yang indah. Gaya permainan Brasil yang inspiratif dan artistik telah terlampaui, dan gaya Spanyol saat ini adalah yang terbaik."
Baca Juga: Herdman Puas dengan Progres Timnas Indonesia, Garuda Siap Hadapi ASEAN Championship
Komentar Ronaldo patut diperhatikan karena ia adalah salah satu perwakilan paling ikonik dari sepak bola menyerang Brasil.
Mantan striker kelahiran 1976 ini memenangkan Piala Dunia 1994 dan 2002 bersama tim nasional Brasil dan juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Dunia pada masa jayanya.
Argentina melaju ke final berkat penampilan luar biasa Messi. Kapten berusia 39 tahun itu mencetak 8 gol dan memberikan 3 assist, membantu timnya mengatasi pertandingan-pertandingan sulit dalam berbagai kesempatan.
Messi menjadi pembeda dalam kemenangan tipis melawan Tanjung Verde, Mesir, dan Inggris. Namun, keajaiban tidak terjadi di pertandingan final karena Spanyol tidak memberi Argentina cukup waktu dan ruang untuk menguasai bola.
Baca Juga: Manchester United Kenalkan Jersey Tandang Terbaru untuk Musim 2026/27
Gelar Pemain Terbaik Piala Dunia 2026 diberikan kepada Rodri. Gelandang tersebut menjadi pusat sistem penguasaan bola Spanyol dan terus menunjukkan pengaruhnya yang signifikan di final.
Ronaldo percaya penampilan Rodri di Piala Dunia dapat menjadikannya kandidat utama untuk Ballon d'Or.
Artikel Terkait
Kesombongan atau kebanggaan? Argentina Bergulat dengan Label Penjahat Piala Dunia
Presiden La Liga: FIFA Menghancurkan Sepak Bola
Ronaldo Menyukai Postingan FIFA Bantu Argentina ke Final Piala Dunia
Ini Biang Kerok yang Bikin Francesco Bagnaia Terlambat Panas di MotoGP 2026
Indonesia Buka Leg Kedua SEA V League 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan