SportlinkNews - Piala Presiden 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan antarklub sebagai pemanasan menjelang musim baru.
Turnamen pramusim tersebut juga memberi dampak nyata di luar lapangan melalui pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta berbagai program kepedulian terhadap lingkungan.
Panitia Pelaksana Piala Presiden 2026, Tsamara Amany, mengatakan sejak awal turnamen dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di setiap kota penyelenggara, bukan hanya oleh klub maupun pencinta sepak bola.
Baca Juga: Nova Widianto Kembali, PBSI Bidik Kebangkitan Ganda Campuran
Salah satu langkah yang dilakukan adalah melibatkan pelaku UMKM dalam operasional turnamen.
Di Surabaya, pihaknya menggandeng sekitar 80 tenant UMKM, sedangkan di Bandung sebanyak 50 hingga 60 tenant. Sementara di Bali, 25 tenant tetap diberdayakan meski pertandingan semifinal dan final digelar tanpa kehadiran penonton.
Tak hanya menyediakan ruang berjualan, panitia juga mengutamakan UMKM lokal untuk memenuhi kebutuhan konsumsi panitia dan petugas keamanan.
Baca Juga: Faktor Bugar dan Laga Kandang Jadi Modal Utama Singapura Tekan Timnas Indonesia
Kebijakan tersebut dinilai mampu memperluas perputaran ekonomi selama turnamen berlangsung.
"Total transaksi UMKM selama Piala Presiden 2026 mencapai sekitar Rp1,5 miliar atau meningkat sekitar 27 persen dibandingkan penyelenggaraan tahun lalu," kata Tsamara dalam jumpa pers jelang laga final, di Jakarta, Kamis, 5 Agustus.
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, Piala Presiden 2026 juga membawa misi keberlanjutan melalui gerakan "Datang Bersih, Pulang Bersih".
Baca Juga: Brighton Kembali Luncurkan Jersey Ketiga Musim 2026/27 Tampil dengan Warna Ikonik yang Khas
Program tersebut dijalankan bersama berbagai komunitas di Bandung, Surabaya, dan Bali sebagai bagian dari upaya mengurangi dampak lingkungan selama penyelenggaraan turnamen.
Melalui gerakan itu, sampah yang terkumpul di area pertandingan dipilah sesuai jenisnya sebelum didaur ulang.
Hasil pengolahan kemudian dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi, seperti bahan kerajinan hingga pakan ternak.
Baca Juga: Roma Menang 4-1 di Newport, Pemain Baru Turut Cetak Gol
Menurut Tsamara, pendekatan tersebut menjadi bukti bahwa penyelenggaraan sebuah turnamen sepak bola dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan.
Karena itu, Piala Presiden diharapkan tidak hanya meninggalkan cerita di atas lapangan, tetapi juga memberikan warisan positif berupa peningkatan ekonomi lokal dan budaya menjaga kebersihan di setiap kota penyelenggara.
Artikel Terkait
Jadi Pemain Pengganti, Peralta Belum Bisa Bermain Maksimal di Laga Persib Kontra Persija
Soroti Aturan Rehat 48 Jam, OC Tegaskan Regulasi Piala Presiden 2026 Tunduk pada AFC
Persija Jakarta Jadikan Laga Lawan Arema FC untuk Evaluasi
Piala Presiden 2026: Persib di Ambang Trofi Kedua, Persebaya Jadi Ujian Terakhir
Balsa Nikmati Debut di Piala Presiden, Bidik Trofi Bersama Persib