Kemenangan ini menempatkan FK Arkadag sebagai tim pertama yang berhasil menjuarai kompetisi kasta ketiga Asia setelah reformasi format yang dilakukan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Baca Juga: MotoGP dan Harley-Davidson Siapkan Kejuaraan Balap Motor Khusus Harley Mulai 2026
Mulai musim ini, AFC menerapkan sistem tiga kasta, yakni AFC Champions League Elite, AFC Champions League Two, dan AFC Challenge League.
Presiden AFC, Shaikh Salman, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang mendukung perubahan ini.
“Saya ingin berterima kasih kepada seluruh stakeholder yang kami hormati, terutama negara anggota dan klub-klub yang mengikuti reformasi kompetisi klub kami,” ujar Shaikh Salman.
Baca Juga: Tunjukkan Permainan Brilian, Borneo Hornbills Jegal Bima Perkasa Jogja
Sementara itu, kekalahan Madura United di semifinal memberikan dampak yang kurang menguntungkan bagi posisi Indonesia di peringkat kompetisi AFC.
Andai Madura United berhasil menembus final, Indonesia bisa saja melompati Kamboja di peringkat ke-10.
Namun dengan hasil akhir tersebut, Indonesia tertahan di posisi ke-11 dengan perolehan poin 18.653, di bawah Kamboja yang memiliki 19.562 poin.
Baca Juga: Persis Solo vs PSBS Biak, Ong Kim Swee: Tim Berada dalam Posisi yang Sulit
Imbasnya, Indonesia kehilangan peluang untuk mendapatkan tambahan satu slot ke AFC Champions League Two pada musim 2026-2027.
Untuk musim mendatang, perwakilan Indonesia di AFC Challenge League akan diwakili oleh runner-up Liga 1 musim ini.
Saat ini, posisi tersebut sedang ditempati oleh Dewa United.