Itu membuat pertandingan perempat final Nations League dengan Jerman, yang menang agregat 5-4 (2-1 di leg pertama, 3-3 di leg kedua).
Awal terburuk yang mungkin terjadi untuk kualifikasi Piala Dunia
Spalletti dan tim nasional Italia sekarang memasuki siklus baru, menuju Piala Dunia 2026.
Namun, kampanye kualifikasi dimulai dengan awal yang terburuk, dalam bentuk kekalahan 3-0 dari pemimpin grup Norwegia, yang sudah memiliki keunggulan sembilan poin atas Azzurri, meskipun telah memainkan dua pertandingan lebih banyak.
Baca Juga: Naruto x Zion Air Jordan 1 High Utility Stash, Sneaker yang Tak Pernah Rilis
Hanya tim yang berada di puncak grup yang akan lolos langsung ke putaran final Piala Dunia, dan dengan Norwegia sebagai rival utama Italia untuk lolos di Grup I, sudah ada kemungkinan besar bahwa Azzurri akan kembali ke babak play-off kualifikasi Piala Dunia.
Apa arti kekalahan Italia dari Norwegia bagi masa depan Spalletti
Telah ada desakan agar pelatih tersebut dipecat setelah kalah 3-0 dari Norwegia pada Sabtu 7 Juni 2025 dini hari WIB.
La Gazzetta dello Sport menulis bahwa reaksi yang 'paling logis' adalah perubahan kepemimpinan, sementara Calciomercato.com sudah berhipotesis tentang kemungkinan perubahan di ruang ganti.
Baca Juga: Indonesia Open 2025: Revans Sukses, Sabar/Reza Tembus Final Super 1000 Pertama
Sky Sport Italia melaporkan bahwa sekarang ada pertemuan yang dijadwalkan antara Spalletti dan Presiden FIGC Gabriele Gravina setelah pertandingan Moldova pada hari Senin untuk membahas situasi tersebut.
Untuk saat ini, tidak diharapkan ada perubahan langsung dalam peran pelatih kepala tim nasional, terutama sebelum pertandingan Moldova, tetapi ada sedikit jaminan setelahnya.
Kegagalan mengalahkan Moldova di kandang sendiri pada hari Senin 9 Juni 2025 akan menyebabkan kerusakan yang lebih signifikan pada peluang Italia untuk lolos ke Piala Dunia 2026, dan kemungkinan akan membuat posisi Spalletti tidak dapat dipertahankan.