Indonesia Open 2025: Revans Sukses, Sabar/Reza Tembus Final Super 1000 Pertama

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Sabtu, 7 Juni 2025 | 23:33 WIB
Indonesia menempatkan wakil di final Indonesia Open 202 setelah Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani menembus partai puncak ganda putra. Mereka menang atas unggulan ketiga asal Malaysia.
Indonesia menempatkan wakil di final Indonesia Open 202 setelah Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani menembus partai puncak ganda putra. Mereka menang atas unggulan ketiga asal Malaysia.

SportlinkNews - Indonesia menempatkan wakil di final Indonesia Open 2025 setelah Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani menembus partai puncak ganda putra.

Bermain di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu, 7 Juni 2025, unggulan ke delapan ini menundukkan Man Wei Chong/Kai Wun Tee dengan skor 21-18, 12-21, 21-18. 

Dengan hasil ini, maka Sabar/Reza sukses revans atas Man/Tee dari pertemuan mereka di semifinal Indonesia Open tahun lalu. Kemenangan ini menambah rekor keunggulan Sabar/Reza dari pasangan Malaysia tersebut menjadi 2-1. 

Man mengaku bahwa dirinya dan Tee sedikit terganggu dengan riuhnya penonton di Istora Senayan yang dinilainya lebih banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya. 

Baca Juga: Tanpa Beban, Thom Haye Yakin Timnas Indonesia Bisa Kejutkan Jepang

"Saya rasa tahun ini Indonesia Open lebih ramai fans, jadi kali ini saya merasa sedikit terganggu dengan tekanan dari penonton. Seperti melawan seluruh Indonesia rasanya," katanya usai bertanding. 

Sabar pun bersyukur bisa memenangkan pertandingan yang tidak mudah bagi mereka dengan kondisi Reza yang kurang fit. Tapi, ia mengaku dirinya dan Reza berusaha fokus, terutama di gim ketiga. 

"Alhamdulillah bisa berbuah kemenangan. Tentu senang karena ini adalah final Super 1000 pertama kami," tambahnya.

Reza pun mengaku bahwa kondisi tidak berubah banyak dengan saat bermain di perempat final. Tapi dia berusaha merubah mindsetnya, mengingat ini sudah di semifinal. 

Baca Juga: Pembalap Trackhouse MotoGP Team Ai Ogura Absen di GP Aragon untuk Pemulihan Cedera

"Jadi menurut saya tanggung kalau tidak dimaksimalkan. Jadi ya, saya berusaha saja lebih dahulu apapun hasilnya sih, saya tetap senang dan bersyukur," imbuhnya. 

Setelah menang di gim pertama, Reza mengaku kalah tekanan di gim kedua karena posisi dirinya dan Sabar kalah angin. Tapi di gim ketiga, keunggulan jauh sejak awal membuat mereka jauh lebih percaya diri. 

"Tadi masukan dari Koh Hendra (Hendra Setiawan, pelatih) bola 1-2 nya, harus dapat bola 1-2 lawan lebih dahulu, karena shuttlecocknya cukup kencang. Kalau sudah lolos 1-2 ya kita tertekan, pasti kami akan sulit baliknya," ucapnya. 

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X