SportlinkNews - FIFA resmi menerapkan aturan baru Law 12.2 yang secara signifikan mengubah peran dan tanggung jawab penjaga gawang dalam pertandingan.
Aturan ini mulai berlaku pada Maret 2025, dan sudah terlihat dampaknya dalam laga Piala Dunia Antarklub 2025.
Momen pertama yang jadi sorotan adalah laga Grup F antara Mamelodi Sundowns vs Ulsan HD, ketika kiper sekaligus kapten Sundowns, Ronwen Williams, dihukum karena terlalu lama memegang bola.
Bukan lagi sekadar teguran atau tendangan bebas tidak langsung, wasit justru menghadiahkan tendangan sudut untuk lawan, ini sebuah hukuman baru dalam dunia sepak bola.
Baca Juga: Persija Jakarta dan Klub Spanyol Bersaing Gaet Jordi Amat
Sebelumnya, aturan FIFA membatasi kiper hanya boleh memegang bola selama 6 detik sebelum melepaskannya, dengan sanksi berupa tendangan bebas tidak langsung.
Namun, dalam update terbaru yang disahkan IFAB (International Football Association Board), batas waktu kini diperpanjang menjadi 8 detik, dan sanksinya berubah menjadi tendangan sudut untuk tim lawan.
Selain batasan waktu kiper memegang bola dan hukuman tendangan corner, beberapa poin penting dalam Law 12.2 antara lain, waktu dihitung pada saat kiper benar-benar menguasai bola, tanpa tekanan lawan.
Kemudian, wasit harus menghitung 5 detik terakhir secara terbuka, agar kiper menyadari batas waktunya.
Baca Juga: Jay Idzes Pemain Belakang Termahal se-Asia Tenggara
Jika lawan mengintervensi selama hitungan, maka pelanggaran dibatalkan dan diberikan tendangan bebas untuk tim kiper.
Pada laga Mamelodi Sundowns vs Ulsan HD, William memegang bola selama 13 detik usai mengamankan tembakan pemain Ulsan, Lee Huigyun. Insiden itu terjadi pada menit ke-82
Insiden yang berbuah tendangan sudut itu hampir saja memberikan sebuah gol untuk Ulsan.
Meskipun Sundowns akhirnya menang 1-0, insiden ini jadi peringatan keras bagi para penjaga gawang, terutama menjelang laga Sundowns berikutnya menghadapi Borussia Dortmund.
Baca Juga: Resmi Jadi Anggota World Boxing, PERBATI Incar Tiket Menuju Olimpiade LA 28
Penerapan aturan baru ini merupakan bagian dari inisiatif FIFA untuk mengurangi permainan pasif dan mempercepat tempo pertandingan.
Karena selama ini, FIFA menilai banyak kiper yang "mengulur waktu" dengan memegang bola terlalu lama, sehingga mengganggu aliran permainan.
Dengan hukuman berupa corner, FIFA berharap ada konsekuensi lebih besar yang dapat memaksa kiper bermain lebih dinamis.
Corner dianggap jauh lebih menguntungkan lawan dibanding tendangan bebas tidak langsung di dalam kotak penalti.
Penerapan aturan baru ini, tentu akan merubah mentalitas panjaga gawang untuk bermain lebih disiplin waktu.