internasional

Kemenangan Belum Final, Erick Thohir: Ujian Sebenarnya Masih Menanti

Rabu, 16 Juli 2025 | 00:07 WIB
Erick Thohir masih sangat aktif mengikuti pergerakan naturalisasi di kawasan Asia Tenggara.

SportlinkNews - Timnas Indonesia U-23 memang membuka ASEAN U-23 Championship Mandiri Cup 2025 dengan kemenangan luar biasa atas Brunei Darussalam, namun Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengingatkan bahwa skor telak 8-0 tersebut tidak bisa jadi patokan mutlak untuk mengukur kekuatan tim.

Menurut Erick, justru ujian sesungguhnya akan datang saat skuat Garuda Muda menghadapi dua tim berikutnya, yakni Filipina dan Malaysia. Dua tim yang dinilainya punya kekuatan dan organisasi permainan yang jauh lebih baik.

"Saya rasa bukan menjadi ukuran bahwa kemenangan besar ini menjadi patokan yang baik. Karena kan kita tahu tadi tim Filipina mengalahkan Malaysia 2-0, artinya, Filipina tidak bisa dianggap remeh," tegasnya. 

Baca Juga: PSM Makassar Dapat Tambahan Striker Baru Asal Brasil, Siap Bawa Gelar Juara Super League 2025/26

Pihaknya menilai Timnas U-23 Indonesia tetap harus bisa benar-benat memastikan strategi permainan dan hindari adanya cedera pemain, agar bisa tampil lebih baik melawan Filipina. 

Ia bahkan menegaskan bahwa telah berdiskusi langsung dengan Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji, untuk menyampaikan peringatan ini kepada pelatih dan manajer tim.

"Tolong sampaikan ke pelatih dan manajer bahwa ini benar-benar harus diantisipasi, dan Filipina tidak bisa dianggap sebelah mata. Target kita kan bukan hanya menang satu pertandingan, tapi lolos grup, bahkan sampai semifinal atau juara," tegasnya.

Meski mengapresiasi performa pemain, terutama Jens Raven yang mencetak enam gol, Erick menegaskan bahwa pujian tidak boleh membuat tim cepat puas diri.

Baca Juga: Duo Brasil Berguinho-Marcilio Siap Bawa Persib Bandung Juara di Liga dan ACL Two 2025

"Apresiasi untuk Ravens, untuk Coach Gerald juga. Tapi tetap, ini baru permulaan, permainan di babak pertama memang apik, tapi kita belum menghadapi Filipina atau Malaysia, jadi jangan besar kepada atas kemenangan ini," kata Erick menekankan lagi. 

"Ini berkaca dari hasil sebelumnya saat kita tampil di final melawan Vietnam di Thailand. Saya menyaksikan sendiri, dan sayang kita kalah waktu itu. Jadi hal ini saya rasa benar-benar mesti antisipasi untuk game kedua," ucap Erick menambahkan.  

Minim penonton

Sayangnya, laga perdana Timnas U-23 Indonesia ini tidak ditonton oleh para suporter Indonesia seperti biasanya. Dari kapasitas maksimal sekitar 70 ribu kursi, hanya sekitar 2.743 penonton yang hadir di stadion menyaksikan langsung. 

Baca Juga: I League Gandeng Adidas, Siapkan Bola Resmi dan Referee Kit untuk Super League 2025/26

Memang secara waktu pertandingan ini digelar di awal hari kerja, dan terlebih lagi pertandingan anak-anak sekolah yang biasanya hadir memenuhi stadion, juga baru memasuki sekolah untuk tahun ajaran baru. 
 
Mengomentari minimnya jumlah penonton tersebut, Erick mengatakan bahwa mungkin karena lawannya adalah Brunei. Tim yang paling lemah di Grup A ini. 

"Ya mungkin karena lawannya Brunei, orang berpikir kita pasti menang. Tapi saya yakin penonton akan mulai ramai saat lawan Filipina, apalagi nanti saat lawan Malaysia, itu yang sudah lama kita tunggu," katanya. 

Baca Juga: Duo Brasil Berguinho-Marcilio Siap Bawa Persib Bandung Juara di Liga dan ACL Two 2025

Menteri BUMN itu pun berharap stadion bisa terisi hingga 30 ribu penonton untuk mendukung generasi muda sepak bola nasional.

Erick pun menekankan bahwa mayoritas pemain di skuad U-23 saat ini masih berusia di bawah 21 tahun, yang berarti berpotensi besar menjadi tulang punggung timnas senior di masa depan.

"Jadi jangan hanya dukung tim senior saja. Ini tim masa depan Indonesia. Mereka juga butuh dukungan publik," tutupnya.

Tags

Terkini

Tekuk Kroasia, Skuad Belgia Masih Adaptasi

Rabu, 3 Juni 2026 | 16:44 WIB