SportlinkNews - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengajak seluruh pihak untuk bersabar melihat perkembangan Timnas Putri Indonesia usai hasil kurang memuaskan di ajang Kualifikasi Piala Asia Wanita 2026.
Menurutnya, tiga pertandingan yang dijalani Garuda Pertiwi menjadi pengalaman penting untuk para pemain muda.
"Turun dengan skuat muda, kami yakin para pemain bisa lebih berkembang di masa depan. Terima kasih Timnas Indonesia Putri untuk perjuangannya," ujar Erick, menyikapi pencapaian tim yang finis di posisi ketiga grup dan gagal melaju ke putaran final di Australia di Indomilk Arena, Tangerang, 5 Juli kemarin.
Erick menanggapi sejumlah kritik yang diarahkan kepada PSSI terkait minimnya kualitas pemain lokal dan dominasi pemain diaspora.
Baca Juga: Piala Presiden 2025 Resmi Dibuka Tanpa Kehadiran Presiden RI
Banyak yang menilai situasi ini terjadi karena tidak adanya kompetisi profesional yang memberikan jam terbang bagi pemain putri di dalam negeri.
Menanggapi hal itu, Erick menyatakan bahwa realitas sepak bola putri di Indonesia memang masih jauh dari kata ideal.
Ia pun menegaskan bahwa meski tekanan publik soal Liga 1 Putri terus muncul, tapi PSSI menekankan tidak akan gegabah memaksakan sesuatu yang belum siap.
"Saya tidak takut tekanan soal Liga 1 Putri. Saya sudah jawab berkali-kali, saya tidak mau mengulang karena memang realitasnya belum ada (klub profesional). Harus sabar. Saya tidak mau terjebak memaksakan diri," kata Erick.
Baca Juga: Persik Kembali Datangkan Pemain Portugal untuk Pertajam Lini Serang Kiri
Meski demikian, ia memastikan PSSI tetap berkomitmen untuk mendorong terbentuknya kompetisi putri di masa depan. "Apakah kita mendorong Liga Putri? Ya pasti. Itu bagian dari upaya kita," tambahnya.
Nasib Mochizuki
Terkait masa depan pelatih Timnas Putri Indonesia, Satoru Mochizuki yang kini tengah disorot usai gagal membawa Timnas Putri lolos ke Piala Asia, Erick Thohir menyatakan bahwa evaluasi terhadap sang pelatih akan dilakukan setelah Desember, sesuai dengan masa kontraknya yang berakhir di penghujung tahun ini.
Baca Juga: Stefano Lilipaly Resmi Gabung Dewa United, Target Juara Liga 1 dan AFC
Pelatih asal Jepang itu sebelumnya mendapatkan kritik atas sejumlah keputusannya, termasuk tidak memaksimalkan pemain naturalisasi, menempatkan pemain di posisi yang tidak sesuai, hingga dinilai belum menunjukkan visi permainan yang jelas selama menangani tim.
Erick belum memberikan sinyal pasti terkait masa depan Mochizuki, namun menegaskan bahwa semua keputusan akan berdasarkan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pelatih selama memimpin tim.
Artikel Terkait
Hasil Kualifikasi Piala Asia 2026: Gol Tunggal Isa Warps Antar Timnas Putri Indonesia Kalahkan Kirgiztan
Jadwal Siaran Langsung Timnas Putri Indonesia Vs Pakistan: Tunggu Selebrasi Baru Isa Warps
Klasemen Grup D Piala Asia 2026: Posisi Timnas Putri Indonesia Genting, Harus Menang Lawan China Taipei
Timnas Putri Indonesia Menyesal, Tapi Belum Menyerah: Garuda Pertiwi Belajar dari Kekalahan
Kualifikasi Piala Asia 2026: Timnas Putri Indonesia Fokus Raih Poin Penuh Lawan Taiwan