Ia tak menampik bahwa bermain melawan Indonesia di kandang lawan memberikan tekanan tersendiri, terutama bagi para pemain muda yang belum banyak memiliki pengalaman di level internasional.
Baca Juga: Bermain Apik, Center Dewa United Banten Joshua Ibarra Diganjar IBL The Finals MVP 2025
Namun, ia menilai laga tersebut menjadi pengalaman berharga bagi skuadnya untuk pertemuan-pertemuan berikutnya di masa depan.
“Bukan hal yang mudah bermain di depan suporter lawan. Tekanan terasa sepanjang laga,” ungkapnya.
Dalam pertandingan tersebut, Nafuzi juga menyoroti bahwa Indonesia tidak banyak menciptakan peluang berbahaya kecuali dari situasi lemparan ke dalam.
Baca Juga: Catatan IBL 2025: Kemenangan Dewa United Banten Lengkapi Dinamika Liga yang Semakin Kompetitif
Sebaliknya, Malaysia pun mengalami kesulitan membangun serangan yang efektif, namun mereka tetap menunjukkan niat untuk tidak kalah.
“Kami memang kesulitan menciptakan peluang, tapi kami tidak ingin kalah."
"Secara keseluruhan, saya puas dengan komitmen seluruh pemain,” tutupnya.
Baca Juga: Platform Video dan Data Pertandingan LaLiga Terus Berevolusi Demi Sajikan Informasi Akurat
Dengan hasil ini, Malaysia menuntaskan fase grup dengan koleksi empat poin dari satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan.
Walau gagal mencapai target semifinal, penampilan Harimau Muda tetap mendapat apresiasi dari sang pelatih.