Awalnya, ia mengatakan bahwa ia keturunan Malaysia melalui kakek buyutnya, tetapi kemudian ia dengan cepat mengoreksi bahwa itu berasal dari kakek-neneknya, dan menyalahkan kesalahan tersebut pada pengetikan dan dokumentasi.
Ketidakkonsistenan pemain tersebut semakin meningkatkan keraguan tentang transparansi asal-usul pemain naturalisasi Malaysia tersebut.
Hal ini telah merusak reputasi FAM secara serius. Di Malaysia, sejumlah pakar dan penggemar tidak mendukung kebijakan naturalisasi besar-besaran pemain yang sedang diupayakan FAM.
Baca Juga: Memahami Science di Balik Bola Voli
Terutama ketika para pemain naturalisasi ini Jika asal usulnya tidak diketahui, reaksinya bahkan lebih kuat.
Itulah salah satu alasan mengapa Presiden FAM, Datuk Yusof Mahadi, kehilangan poin. Datuk Yusof Mahadi terpilih sebagai Presiden FAM pada bulan Februari, untuk masa jabatan 2025-2029.
Yuk gabung channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Super League, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, Sport Science, Culture, Fashion hingga seputar KONI. Klik di sini (JOIN)