Reaksi serupa datang dari pendukung lain, termasuk Izzar Murat yang menekankan pentingnya menerima hukuman jika terbukti bersalah, serta Asmil Muss Omul yang mempertanyakan kenapa hal tersebut tidak terdeteksi lebih awal.
Baca Juga: MotoGP Jepang 2025: Francesco Bagnaia Bangkit, Tandai Rivalitas dengan Marc Marquez
Kritik juga muncul dari seorang warganet bernama Aku Madie yang menyebut kasus ini menghancurkan wajah sepak bola Malaysia.
Merespons putusan FIFA, FAM segera mengeluarkan pernyataan resmi.
Mereka menegaskan bahwa seluruh proses naturalisasi telah dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur.
Baca Juga: Krisis Kiper Timnas Indonesia, Cahya Supriadi dan Hilman Syah Jadi Sorotan
FAM juga menyatakan akan mengajukan banding, memanfaatkan jalur hukum yang tersedia demi melindungi kepentingan tim nasional dan para pemain.
Federasi menegaskan komitmen mereka untuk tetap patuh terhadap aturan internasional sekaligus menjaga integritas sepak bola nasional.
Meski begitu, kasus ini belum selesai.
Baca Juga: Liverpool FC Gencar Berantas Calo Tiket dan Tutup 45.000 Akun Palsu
Laporan menyebutkan, setelah keputusan FIFA, Komite Disiplin Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) akan meninjau kasus tersebut, khususnya terkait kemenangan Malaysia 4-0 atas Vietnam.
Apabila banding Malaysia gagal, besar kemungkinan kemenangan tersebut akan dibatalkan dan diberikan kepada Vietnam.
Berdasarkan aturan, jika ada satu saja pemain yang tidak sah dimainkan—baik karena skorsing, dokumen tidak lengkap, maupun alasan registrasi—tim yang melanggar akan dinyatakan kalah dengan skor 0-3.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan Matchday 2 Liga Champions, Barcelona Ditantang PSG
Situasi ini berpotensi mengubah peta klasemen Grup F Kualifikasi Piala Asia 2027.