SportlinkNews - Kasus 7 pemain naturalisasi belum berakhir. Bahkan masih menimbulkan kontroversi di Malaysia.
Situs web Malaysia, Kini, melaporkan bahwa kepolisian setempat telah mengeluarkan pengumuman resmi terkait kasus tim Malaysia yang menggunakan 7 pemain naturalisasi ilegal.
Oleh karena itu, polisi memutuskan tidak menemukan unsur pidana dan tidak akan menyelidiki kasus ini lebih lanjut.
Baca Juga: Tren Positif Berlanjut, Fajar/Fikri dan Rian/Rahmat ke Perempat Final Denmark Open 2025
Sebelumnya, setelah FIFA mengumumkan hukuman bagi Federasi Sepak Bola Malaysia dan 7 pemain naturalisasi (Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazabal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano), sebuah laporan telah dikirim ke kantor polisi Dang Wangi (Kuala Lumpur, Malaysia).
Pengirim surat menyatakan kekhawatirannya tentang penggunaan dokumen palsu untuk mendapatkan kewarganegaraan Malaysia bagi 7 pemain tersebut.
Namun, kepolisian Malaysia segera menutup kasus tersebut.
Baca Juga: AC Milan Bersiap Menghadapi Kemungkinan Ditinggal Rabiot Selama 1 Bulan
Menurut laporan FIFA pada 6 Oktober, 7 pemain yang disebutkan di atas telah menyerahkan dokumen kepada FIFA dengan tempat lahir yang berbeda dari dokumen yang dikumpulkan FIFA.
Hal ini membuat mereka bermain untuk tim Malaysia menjadi ilegal.
Saat ini, Federasi Sepak Bola Malaysia telah mengajukan banding kepada FIFA.
Baca Juga: Pemerintah Tambah Anggaran SEA Games 2025 Hingga 6 Kali Lipat, 700–800 Atlet Siap Dikirim
Badan tertinggi sepak bola Malaysia tersebut juga telah mengeluarkan biaya untuk menyewa tim pengacara internasional yang kuat dalam upaya banding tersebut.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)