SportlinkNews - Hanya beberapa hari menjelang pengumuman hasil banding FIFA, sepak bola Malaysia berada di ujung tanduk.
Skandal naturalisasi palsu yang melibatkan tujuh pemain Amerika Selatan mengancam akan mengakibatkan hukuman yang lebih berat bagi Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) — melebihi denda 350.000 franc Swiss atau sekitar Rp 7,2 miliar dan larangan bermain selama satu tahun yang diumumkan pada akhir September.
Sumber FIFA mengatakan Komite Disiplin organisasi sedang meninjau seluruh proses dokumentasi FAM setelah menemukan bukti penipuan sistematis dalam pembuktian asal-usul Malaysia para pemainnya.
Baca Juga: Di Balik Skandal Naturalisasi Pemain Malaysia, FAM Akui Salah
Dokumen-dokumen yang ditemukan telah diubah termasuk akta kelahiran dan beberapa di antaranya menunjukkan tanda-tanda campur tangan dari luar administrasi.
"Jika terbukti ada keterlibatan atau penyembunyian yang disengaja, hukuman dapat ditingkatkan menjadi larangan total FAM dari kegiatan internasional untuk jangka waktu tertentu," kata seorang pejabat FIFA seperti dikutip Reuters.
Sebelumnya, FAM dan tujuh pemainnya, termasuk Gabriel Palmero, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Jon Irazabal, Hector Hevel, Facundo Garces, dan Joao Figueiredo, dinyatakan bersalah melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA dengan memberikan "informasi palsu dengan tujuan melegalkan kewarganegaraan mereka".
Baca Juga: Jelang Piala Dunia U-17 2025, Timnas Indonesia U-17 Siap Tempur di Grup Neraka
Hukuman ini tidak hanya mengakibatkan skorsing bagi para pemain, tetapi juga secara serius mengancam kemampuan Malaysia untuk berpartisipasi di Piala Asia 2027.
Menurut peraturan, jika FIFA menolak banding pada 30 Oktober, semua hasil Malaysia di babak kualifikasi – termasuk kemenangan 4-0 atas Vietnam dan kemenangan 2-1 atas Nepal – akan dibatalkan.
Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) juga telah mengirimkan pesan yang tegas.
Dalam sebuah pernyataan pada 27 Oktober, AFC menegaskan bahwa mereka "akan sepenuhnya mematuhi kesimpulan FIFA dan menerapkan semua langkah yang diperlukan untuk melindungi integritas turnamen kontinental."
Baca Juga: LALIGA Pimpin Eropa dalam Pembinaan Pemain Muda, Nilai Pasar Akademi Tembus €1,46 Miliar
AFC juga membantah rumor bahwa Vietnam adalah pihak yang mengajukan pengaduan, sehingga memperkuat pandangan bahwa masalah Malaysia berasal dari dalam dirinya sendiri, bukan dari "kekuatan eksternal".