internasional

Piala Dunia U-17 2025 Resmi Dimulai: Laga Penuh Drama, Aksi Heroik, dan Gol Spektakuler Tersaji di Hari Pertama

Selasa, 4 November 2025 | 02:27 WIB
Laga antara Jepang vs Maroko di penyisihan Grup B Piala Dunia U-17 2025 di Qatar, Senin, 3 November 2025. (@japanfootballassociation)

SportlinkNews - Laga penuh drama, aksi heroik, dan gol spektakuler langsung tersaji pada hari pertama dimulainya Piala Dunia U-17 FIFA 2025. Total ada enam belas tim yang tampil di hari pembuka, Senin, 3 November kemarin.

Sejumlah negara unggulan seperti Jepang, Portugal, Argentina, dan Tunisia membuka langkah dengan kemenangan meyakinkan, sementara tuan rumah Qatar harus puas berbagi angka dengan Italia.

Di Grup A, Afrika Selatan meski harus bermain dengan sepuluh pemain sejak pertengahan babak pertama, mereka tetap tampil tangguh dan menundukkan Bolivia 3-1.

Tiga gol kemenangan Afrika Selatan dicetak oleh Emile Witbooi (38'), Neo Bohloko (50'), dan Shaun Els (90+5'), sementara satu-satunya gol balasan Bolivia datang dari penalti Jesus Maraude (72').

Baca Juga: FIFA Tegas Tolak Banding FAM Soal Kasus Pemain Keturunan

Kemenangan ini mengantarkan Kamohelo Mareletse dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan.

"Ketika kami kehilangan satu pemain, kami tetap saling mendorong. Ini semua tentang kerja tim. Bagi saya, ini mimpi yang jadi kenyataan," ujar gelandang Afrika Selatan itu seusai laga.

Di laga Grup A lainnya, tampil di depan publiknya sendiri, Qatar gagal memanfaatkan dukungan penuh suporter. Mereka kalah tipis 0-1 dari Italia.

Gol tunggal Samuele Inacio (19') memastikan kemenangan penting bagi Gli Azzurrini di laga pembuka ini.

Baca Juga: Charles Oliveira Jadi Inspirasi Allan Nascimento Tampilkan Cekikan Anakonda di UFC Vegas 110

Dari Grup B, raksasa Asia, Jepang memulai partisipasi keenam beruntun mereka di ajang ini dengan kemenangan 2-0 atas Maroko. Gol dicetak oleh Taiga Seguchi (57') dan Daigo Hirashima (90+8').

Meski sempat mendapat perlawanan ketat di babak pertama, Jepang menunjukkan dominasi lewat permainan cepat dan efektif di babak kedua. Pelatih Jepang, Nozomi Hiroyama pun mengapresiasi kerja keras timnya.

"Seperti yang kami duga, ini pertandingan sulit. Tapi setelah mencetak gol pertama, kami mampu mengendalikan permainan."

Sementara itu, pelatih Maroko Nabi Baha mengakui kekecewaannya. Tapi dia yakin bahwa timnya segera bangkit.

Baca Juga: Lawatan Real Madrid ke Anfield, Trent Alexander-Arnold Disambut Cemoohan Fans Liverpool

"Kekalahan ini berat, tapi kami akan membalasnya saat menghadapi Portugal," ucap Baha percaya diri. 

Sementara itu, sang calon lawan Maroko, Portugal menunjukkan kelasnya di pertandingan pertama ini. Mereka merebut kemenangan telak 6-1 atas Kaledonia Baru. 

Padahal Portugal sempat tertinggal lebih dulu lewat penalti Ezekiel Wamowe (11'), tapi Portugal tidak butuh waktu lama untuk bangkit. Lewat Anisio Cabral, Portugal langsung menjebol gawang Kaledonia Baru dua gol langsung di menit 22' dan 47'. 

Setelah unggul 2-1, keran gol Portugal terus terbuka dan dilanjutkan dengan tambahan gol dari Stevan Manuel (52'), Mateus Mide (59'), Mauro Furtado (85'), dan Jose Neto (90+7').

Baca Juga: Charles Oliveira Jadi Inspirasi Allan Nascimento Tampilkan Cekikan Anakonda di UFC Vegas 110

Pelatih Bino Macaes memuji ketenangan timnya setelah sempat tertinggal. "Kami punya banyak peluang di awal tapi tak berbuah. Namun pemain tetap tenang dan mampu membalikkan keadaan dengan cepat."

Pada laga Grup C, pertandingan keras tersaji di grup ini. Kosta Rika yang harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Isaac Badilla dikartu merah di menit ke-30, ternyata mampu menahan imbang Uni Emirat Arab 1-1.

Gol UAE dicetak oleh Mayed Adel (59'), sebelum Nick Bennette (62') menyamakan skor hanya tiga menit berselang. Di laga ini, Gabriel Sibaja dari Kosta Rika terpilih sebagai pemain terbaik.

"Kami bertahan dengan baik meski kekurangan satu pemain. Laga berikutnya melawan Senegal akan ketat, tapi kami siap bersaing," kata Bennette.

Baca Juga: Arda Guler Cetak 75 Penampilan, Real Madrid Kirim Bonus ke Fenerbahce

Di laga lainnya, antara Senegal dan Kroasia juga berakhir imbang tanpa gol. Keduanya sama-sama menampilkan pertahanan kokoh mereka. 

Kiper Senegal, Vincent Gomis, tampil gemilang dan dinobatkan sebagai pemain terbaik usai menggagalkan sejumlah peluang emas Kroasia.

Menutup pertandingan hari pertama, dua laga di Grup D berakhir dengan hasil yang cukup berbeda. Duel antara Argentina dan Belgia menjadi pertandingan yang paling dramatis di laga pembuka. 

Baca Juga: POPNAS 2025: Manager Meeting Mentok, Cabor Tinju Dibatalkan Sepihak

Setelah permainan sengit, Argentina akhirnya membungkam Belgia dengan kemenangan tipis 3-2 dalam duel berkelas tinggi.

Gol Argentina dicetak oleh Ramiro Tulian (36'), Facundo Jainikoski (68'), dan Felipe Esquivel (71'), sementara Belgia membalas lewat Arthur De Kimpe (45+4') dan Stan Naert (59').

Kemenangan ini memastikan Simon Escobar menjadi pemain terbaik laga. Pelatih Argentina, Diego Placente, memuji semangat juang anak asuhnya.

Baca Juga: PSSI Fokus Total untuk SEA Games; Bantah Keras Rumor Pelatih STY dan Ajak Semua Pihak Move On

"Kami dua kali tertinggal, tapi para pemain menunjukkan karakter luar biasa untuk membalikkan keadaan," tambah Placente. 

Sementara itu, Tunisia tampil luar biasa dengan membantai Fiji 6-0. Gol-gol dicetak oleh Wassim Slama (30', 53'), Fedi Tayechi (36', 86'), Anisse Saidi (74'), dan Saifedin Haj Abdallah (80'). Fedi Tayechi terpilih sebagai pemain terbaik laga.

Pada Piala Dunia U-17 ini, Jerman merupakan satu-satunya tim yang menjuarai Kejuaraan Eropa U-17 dan Piala Dunia U-17 di tahun yang sama, yakni pada 2023.

Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)

Tags

Terkini

Tekuk Kroasia, Skuad Belgia Masih Adaptasi

Rabu, 3 Juni 2026 | 16:44 WIB