"Tapi dia masih punya momen-momen di mana kita berpikir: apakah ini konsentrasi, atau apakah dia menjadi sedikit lebih santai?"
"Guus Hiddink pernah berkata kepada saya: 'Kalau adrenalinmu mengalir, tak ada yang lebih baik.' Itu juga berlaku untuk Virgil," kata Koeman, yang mengklarifikasi kritiknya lebih lanjut.
"Saat kami menyerang, terkadang dia punya momen di mana dia berkeliaran. Padahal, kalau dia langsung terhubung, dia bisa langsung berduel, dan tak ada yang lebih kuat. Itu memang kodrat manusia, tapi kami memang membutuhkannya dalam kondisi terbaiknya. Dengan begitu, peluang sukses kami akan lebih besar."
Baca Juga: Tuchel Berunding dengan 60 Pemain Tanggapi Perilaku Jude Bellingham
Kritik Keras
Van Dijk sering dipuji sebagai salah satu bek terbaik sepanjang masa, tetapi di sisi lain, banyak pula kritik yang datang.
"Itulah bagian dari sepak bola modern. Setiap orang berhak berpendapat, tetapi saya sering berkata di Inggris: toh Anda tidak akan pernah menang. Yang terpenting adalah mengetahui apakah Anda bisa bermain lebih baik, lalu Anda harus berusaha memperbaikinya."
Menurutnya ada kalanya harus tetap fokus, tetapi secara keseluruhan, ia telah banyak berkembang di area itu. Itulah mengapa Van Dijk bermain bagus di level ini cukup lama.
Baca Juga: Menanti 'Episode Akhir': PSSI Segera Tetapkan Pelatih Baru Timnas
Pelatih timnas menambahkan: "Sepak bola adalah olahraga nomor satu; setiap orang punya pendapat dan punya platform. Tidak selalu mudah untuk membiarkan semuanya berlalu begitu saja."
"Saya pikir menjadi pelatih timnas adalah pekerjaan yang hebat, tetapi berbeda dengan menjadi manajer klub. Seluruh negeri punya pendapat tentang hal itu," lanjut Koeman, juga menyadari bahwa dirinya memang penting.
"Jika mereka tidak berbicara padamu, maka kamu harus berpikir."
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)