SportlinkNews - Australia Open 2025 resmi menjadi ajang terakhir bagi para pebulutangkis Indonesia yang masih memburu tambahan poin menuju BWF World Tour Finals akhir tahun nanti di Huangzhou, China.
urnamen yang berlangsung pada 18–23 November tersebut menjadi penentu terakhir bagi para pemain untuk menambah poin menuju "Road to Finals".
Hasil inilah yang akan mengunci delapan besar dan menentukan wakil yang berhak tampil di Hangzhou, Cina, pada 17–21 Desember 2025.
Baca Juga: Jelang Belanda vs Lituania, Ronald Koeman Tegaskan Perbaikan Usai Ditahan Polandia
Dari skuat Indonesia, tiga nama telah memastikan tempat mereka lebih cepat. Ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi, Jonatan Christie, dan Putri Kusuma Wardani sudah tak tergoyahkan di delapan besar.
Putri meraih tiketnya setelah tampil impresif di Kumamoto Masters dan mengoleksi 74.780 poin yang menempatkannya di posisi keenam klasemen per 11 November lalu.
Perjalanan Jonatan bahkan lebih mencolok. Pada September ia masih berada di peringkat 28, namun dalam satu setengah bulan saja ia melesat berkat performa konsisten di Korea Open, Denmark Open, dan Hylo Open.
Baca Juga: Daftar Lengkap Pemain Timnas Futsal Indonesia untuk SEA Games Thailand 2025
Lompatan itu membawanya finis di urutan keenam dengan total 78.520 poin, sekaligus memastikan keikutsertaannya yang kelima di World Tour Finals setelah 2019, 2022, 2023, dan 2024.
Sementara itu, dua pasangan lainnya, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri serta Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, masih harus memaksimalkan peluang di Australia Open.
Hasil di Sydney akan menjadi penentu apakah mereka bisa menembus delapan besar.
Melihat peringkat, Fajar/Fikri saat ini masih menduduki posisi 15 dengan koleksi poin 52,790. Mereka butuh tambahan poin sekitar 11,300 untuk bisa menduduki posisi 8 besar.
Sementara Jafar/Felisha sedikit lagi masuk ke jajaran 8 besar. Mereka tinggal mencari tambahan sekitar 1,020 poin untuk bisa menyalip pencapaian ganda Prancis, Thom Gicque/Delphine Delrue.
Tahun lalu di Australia Open, Indonesia tampil cukup apik dengan dua wakil di final. Ester Nurumi Tri Wardoyo ambil bagian di tunggal putri, sementara Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi membawa pulang satu-satunya gelar juara bagi Merah Putih.
Kabid Binpres PBSI, Eng Hian, menegaskan pentingnya turnamen ini sebagai gerbang terakhir menuju Hangzhou.
"Australia Open adalah momentum penting. Target kami adalah merebut gelar, terutama dari sektor tunggal putra dan ganda putra yang menjadi kekuatan utama Indonesia,” ujarnya.
Artikel Terkait
Dua Tiket Final Australia Open Sudah Dikantongi Atlet Bulu Tangkis Indonesia
Susul Ester dan The Daddies, Ganda Putri Ana/Tiwi Lolos ke Final Australia Open 2024
Hasil Australia Open 2024: Ganda Putri Indonesia Ana/Tiwi Juara Pertama, Ester dan The Daddies Runner Up
PBSI Bidik Hasil Optimal di Kumamoto Masters dan Australia Open 2025
Gregoria Mundur dari Australia Open 2025, Fokus Pemulihan Fisik