Ini bukan sekadar angka kering. Neymar adalah perwujudan sepak bola untuk seni, keindahan olahraga yang dipuja negeri samba.
Di era sepak bola industri dan akademi-akademi yang mampu mencetak mesin pencetak gol super, memiliki seorang Neymar adalah hal yang mustahil.
Baru-baru ini, Nilton Petrone, seorang fisioterapis ternama Brasil, menggambarkan Neymar sebagai jenius terakhir sepak bola Brasil.
Setelah pertandingan melawan Flamengo, direktur Santos, Alexandre Mattos, mengungkapkan simpatinya kepada Neymar dengan kalimat berikut di Instagram: "Orang jenius sering disalahpahami, sejarah manusia selalu seperti itu. Kau lebih hebat dari segalanya."
Namun, kecantikan memang harus dikagumi, dan untuk mengagumi, kejeniusan harus diungkapkan. Sayangnya, Neymar tidak bisa.
Dan kemungkinan besar Raja negeri samba itu akan dicopot dari takhtanya, digantikan oleh orang lain di Piala Dunia 2026. Saat ini, Selecao memiliki banyak calon penerus.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)