SportlinkNews - Sejarah Liga Champions UEFA tak pernah lepas dari kisah comeback dramatis yang menjadi bagian ikonik perjalanan klub-klub elite Eropa.
Dari "La Remontada" hingga kebangkitan terbaru Sporting CP, momen-momen ini menunjukkan bahwa defisit besar bukan akhir segalanya.
Secara statistik, membalikkan keadaan di Liga Champions memang bukan perkara mudah.
Baca Juga: Iran Lobi FIFA Pindahkan Jadwal Piala Dunia 2026 ke Meksiko
Tim tamu hanya tujuh kali mampu membalikkan defisit agregat dari leg pertama, dua di antaranya terbantu aturan gol tandang yang kini sudah dihapus sejak musim 2021/22.
Sebaliknya, tim tuan rumah di leg kedua lebih sering menciptakan keajaiban, meski tetap tergolong langka, terutama saat harus mengejar selisih tiga gol atau lebih.
Salah satu comeback paling legendaris adalah "La Remontada" milik FC Barcelona saat menyingkirkan Paris Saint-Germain pada musim 2016/17.
Baca Juga: Sentuhan Kejayaan 1972 di Jersei Baru Kanada untuk Piala Dunia 2026
Setelah kalah 0-4 di leg pertama, Barcelona membalikkan keadaan dengan kemenangan 6-1 di Camp Nou, menjadi satu-satunya tim yang mampu bangkit dari defisit empat gol dalam sejarah kompetisi.
Kisah epik lain hadir dari Liverpool FC yang membalikkan kekalahan 0-3 dari Barcelona di semifinal 2018/19. Bermain di Anfield, Liverpool menang 4-0 dan melaju ke final dalam salah satu malam Eropa paling bersejarah.
Musim yang sama juga menghadirkan drama dari Manchester United. Sempat kalah 0-2 di kandang dari PSG, United secara mengejutkan menang 3-1 di Paris dan lolos berkat aturan gol tandang, lewat penalti dramatis di menit akhir.
Baca Juga: Souto Panggil 19 Pemain Timnas Indonesia untuk TC ASEAN Futsal Championship 2026
Sementara itu, AS Roma mencatatkan comeback luar biasa saat menyingkirkan Barcelona pada 2017/18. Kalah 1-4 di leg pertama, Roma bangkit dengan kemenangan 3-0 di Olimpico untuk melaju ke semifinal.
Di era yang lebih awal, Deportivo La Coruna menciptakan salah satu kejutan terbesar dengan membalikkan kekalahan 1-4 dari AC Milan menjadi kemenangan 4-0 pada musim 2003/04.
Kini, kisah baru ditorehkan Sporting CP. Klub asal Portugal itu menjadi tim kelima yang mampu membalikkan defisit tiga gol setelah dihancurkan 0-3 oleh Bodø/Glimt di leg pertama.
Baca Juga: Imbang Lawan Liverpool, Tottenham Hotspur Tunda Pemecatan Igor Tudor
Bermain di Estadio Jose Alvalade, Sporting tampil luar biasa dengan kemenangan 5-0 hingga perpanjangan waktu, memastikan agregat 5-3 dan tiket ke perempat final, untuk pertama sejak musim 1982/83.
Comeback ini sekaligus mematahkan kisah dongeng Bodø/Glimt, yang sebelumnya tampil mengejutkan sebagai debutan dan menjadi simbol kebangkitan sepak bola Norwegia di Eropa.
Deretan laga tersebut menegaskan satu hal, di Liga Champions, keajaiban selalu punya tempat. Dukungan kandang, mentalitas, dan keyakinan menjadi faktor yang kerap mengubah hasil yang tampak mustahil menjadi kenyataan.