SportlinkNews - Timnas Ghana resmi menunjuk Carlos Queiroz sebagai pelatih baru hanya 58 hari menjelang pembukaan Piala Dunia 2026. Keputusan ini diambil guna mengisi kekosongan kursi juru taktik setelah Federasi Sepak Bola Ghana (GFA), memecat Otto Addo.
Penunjukan Queiroz terjadi di tengah persiapan intensif tuan rumah Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko untuk menggelar Piala Dunia 2026 pada Juni hingga Juli mendatang. Edisi kali ini menjadi sangat kompetitif karena untuk pertama kalinya diikuti oleh 48 tim nasional peserta.
Argentina tetap menjadi tim yang paling diwaspadai karena datang dengan status sebagai juara bertahan pada format baru ini. Namun, dinamika di luar lapangan seperti isu partisipasi Iran dan konflik internal Meksiko terus membayangi persiapan turnamen.
Baca Juga: Madura United FC Putus Tren Negatif Kalahkan Persik Kediri Pada Derby Jawa Timur
Di tengah situasi tersebut, GFA bergerak cepat untuk memastikan kestabilan teknis tim nasional mereka sebelum terbang ke Amerika Utara. Masalah kepemimpinan di ruang ganti dianggap sebagai prioritas utama yang harus diselesaikan oleh federasi sepak bola setempat.
Queiroz, pelatih veteran berusia 73 tahun, dipilih karena dianggap memiliki profil yang tepat untuk menangani tekanan di Piala Dunia 2026. Ia dikenal luas di kancah global berkat perannya sebagai mantan asisten pelatih legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson.
Laporan dari ESPN menyebutkan proses seleksi pelatih ini berlangsung sangat ketat dengan total pelamar mencapai 600 orang. Queiroz akhirnya memenangkan persaingan tersebut dan menyepakati kontrak kerja yang bersifat jangka pendek hingga turnamen berakhir.
Baca Juga: Perkemi Kota Depok Unjuk Kekuatan dan Prestasi di Nomor Randori Kejurnas Shorinji Kempo
GFA memberlakukan klausul evaluasi ketat yang akan menentukan masa depan Queiroz setelah turnamen usai. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa target jangka pendek tim di fase grup dapat tercapai secara maksimal.
Meskipun baru resmi bertugas, pria asal Portugal tersebut langsung menunjukkan komitmen penuh terhadap tanggung jawab barunya. Ia menegaskan tugas ini bukan sekadar karier profesional, melainkan sebuah tanggung jawab moral yang besar.
"Ini bukan sekadar pekerjaan biasa - ini adalah sebuah misi," kata Queiroz dikutip dari GFA.
Baca Juga: Atletico Madrid Vs Barcelona: Yamal Berharap Comeback Keajaiban Terulang
Queiroz berjanji akan mengoptimalkan seluruh modal pengalaman yang dimiliki selama puluhan tahun berkarier di level internasional. Fokus utamanya adalah memberikan kebanggaan bagi warga Ghana melalui prestasi di lapangan hijau pada musim panas nanti.
"Dan saya siap memberikan seluruh pengalaman dan pengetahuan saya sekali lagi, demi permainan dan kebahagiaan masyarakat," ujarnya.