SportlinkNews - Joachim Klement, ekonom yang secara akurat memprediksi pemenang Piala Dunia selama tiga musim berturut-turut, secara mengejutkan memilih Belanda sebagai juara Piala Dunia 2026.
Bahkan sebelum Piala Dunia 2026 dimulai, prediksi tentang tim mana yang akan mengangkat trofi sudah beredar.
Namun, salah satu nama yang paling banyak dibicarakan bukanlah mantan pemain atau pakar sepak bola, tetapi seorang ekonom Jerman yang secara tepat memprediksi pemenang tiga Piala Dunia berturut-turut.
Baca Juga: Brunson Antar Knicks ke Final NBA, Raih Trofi Larry Bird
Joachim Klement, seorang ekonom dan penggemar sepak bola sejak lama, menjadi terkenal setelah model prediktifnya secara konsisten memberikan hasil yang akurat dari Piala Dunia 2014 hingga 2022.
Yang perlu diperhatikan, formula ini awalnya dibuat sebagai lelucon, dimaksudkan untuk mengejek rekan-rekannya di komunitas penelitian ekonomi.
Pada tahun 2014, Klement mengembangkan model yang memprediksi bahwa tim nasional Jerman akan memenangkan Piala Dunia di Brasil.
Saat itu, ia sendiri tidak sepenuhnya yakin dengan hasil formula tersebut. Namun, semuanya menjadi kenyataan ketika Mario Gotze mencetak gol penentu di babak perpanjangan waktu di final, membantu Jerman mengalahkan Argentina 1-0.
Baca Juga: Ross Brawn Masuki Dunia MotoGP Bergabung dengan Pramac Racing
Empat tahun kemudian, model tersebut terus memprediksi kemenangan Prancis di Rusia. Kemudian, untuk Piala Dunia 2022 di Qatar, formula Klement menobatkan Argentina yang diperkuat Lionel Messi sebagai pemenangnya.
Kemampuannya memprediksi hasil tiga Piala Dunia berturut-turut dengan akurat dengan cepat menarik perhatian komunitas sepak bola terhadap Joachim Klement.
Menjelang Piala Dunia 2026, seorang ekonom Jerman telah merilis prediksi baru. Menurut modelnya, Belanda akan menjadi juara dunia.
Baca Juga: Persija Resmi Akhiri Kerja Sama dengan Pelatih Mauricio Souza
Ini dianggap sebagai pilihan yang cukup mengejutkan karena Belanda belum pernah memenangkan Piala Dunia dalam sejarahnya. "Orange Tornado" mencapai final tiga kali pada tahun 1974, 1978, dan 2010 tetapi selalu gagal.