SportlinkNews - Tim nasional Jepang terus menunjukkan progresivitas yang signifikan dalam peta persaingan sepak bola global menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026. Meskipun belum pernah mencicipi fase perempat final, determinasi skuad Negeri Sakura kini menjadi ancaman nyata bagi negara-negara tradisional sepak bola dunia.
Predikat mentereng berhasil diamankan Jepang setelah menjadi negara Asia pertama yang menyegel tiket lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. Catatan impresif tersebut kian dipertegas lewat rekor tidak terkalahkan dalam delapan bentrokan terakhir melawan tim-tim kuat asal benua Eropa.
Langkah berat dipastikan menguji konsistensi performa skuad asuhan Hajime Moriyasu yang tergabung ke dalam grup maut di Piala Dunia 2026. Jepang menempati Grup F bersama raksasa Eropa Belanda, Swedia, serta kekuatan Afrika, Tunisia.
Baca Juga: Grup B Piala Dunia 2026: Kanada Mencoba Peruntungan Baru sebagai Tuan Rumah
Ujian berat sempat melanda persiapan internal tim setelah bintang andalan Jepang, Kaoru Mitoma, dipastikan absen akibat menderita cedera serius. Kendati demikian, lini serang Samurai Biru tetap menakutkan berkat kehadiran sosok Takefusa Kubo.
Pemain yang sempat menyandang predikat personel termuda pada Piala Dunia 2022 Qatar itu kini telah menginjak usia matang, yakni 25 tahun. Gelandang serang milik Real Sociedad tersebut memikul tanggung jawab besar sebagai motor serangan utama Jepang.
Kubo menilai timnya saat ini telah memiliki kematangan taktik dan mentalitas yang sangat baik kala bersua tim-tim mapan Eropa. Fleksibilitas strategi permainan menjadi kunci utama bagi Jepang untuk meredam agresivitas tim lawan yang memiliki keunggulan fisik.
"Kami mengubah pendekatan taktis kami berdasarkan siapa lawan yang kami hadapi, tetapi secara mental, kami menghadapi pertandingan dengan cara yang sama," kata Kubo di laman resmi FIFA.
"Tentu saja, kami selalu menghormati lawan kami, tetapi pada saat yang sama, kami percaya bahwa kami sepenuhnya mampu menang," Kubo melanjutkan.
Pengalaman berharga sepanjang turnamen edisi sebelumnya dinilai telah menempa mental bertanding para penggawa Jepang menjadi jauh lebih solid. Kubo meyakini atmosfer positif di dalam ruang ganti akan membantu tim dalam upaya mengukir sejarah baru di pentas dunia.
Baca Juga: Legenda Napoli, Lavezzi, Dukung Penunjukan Allegri: Dia Bisa Membawa Terbang Lebih Tinggi Lagi
Rasa optimisme tinggi mulai terbangun secara masif di dalam internal tim sejak fase kualifikasi zona Asia bergulir beberapa waktu lalu. Dominasi poin yang mutlak atas para pesaing regional menjadi indikator utama meningkatnya level permainan kolektif armada Moriyasu.
"Itu sekitar pertandingan keempat atau kelima kualifikasi Asia. Kami telah membangun keunggulan sekitar enam poin, dan itu membuat saya menyadari betapa bagusnya kami,” ucapnya.