Arsitek tim berusia 57 tahun tersebut sangat berharap anak asuhnya bisa menuliskan cerita sukses mereka sendiri dengan karakteristik permainan modern yang dinamis di Amerika Utara nanti. "Akan sangat luar biasa jika para pemain dapat mengulangi kesuksesan itu, tetapi saya tidak ingin apa yang kami raih pada tahun 2002 menjadi beban bagi skuad saat ini."
Pada bagian akhir penjelasannya, Myung-bo menginginkan adanya keseimbangan antara rasa tanggung jawab membela negara dan kegembiraan menikmati atmosfer pertandingan level dunia. "Para pemain memahami tanggung jawab yang menyertai mewakili negara mereka, tetapi saya ingin mereka melihat Piala Dunia sebagai panggung untuk dinikmati, bukan untuk ditakuti."
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)