Tepat ketika masalah tampaknya telah selesai, dimasukkannya Sano ke dalam skuad Piala Dunia 2026 memicu kontroversi baru. Media sosial dengan cepat terpecah menjadi dua kubu yang berlawanan.
Beberapa penggemar percaya bahwa tim nasional tidak hanya mewakili keahlian sepak bola tetapi juga citra dan nilai-nilai negara.
Oleh karena itu, memberikan kesempatan kepada pemain yang terlibat dalam skandal serius untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia tidak dapat diterima.
Baca Juga: Timnas U19 Indonesia Vs Vietnam: Garuda Muda Wajib Menang
Banyak komentar kritis muncul di forum olahraga Jepang dan media sosial, yang berpendapat bahwa Asosiasi Sepak Bola Jepang mengirimkan pesan yang salah dengan terus memberikan kesempatan kepada pemain ini.
Sementara itu, pendukung Sano berpendapat bahwa pemain tersebut tidak pernah dihukum di pengadilan. Mereka percaya bahwa terus mengecualikannya dari tim nasional meskipun tidak dituntut bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum dasar.
Di tengah kontroversi tersebut, pelatih Hajime Moriyasu langsung membela keputusannya.
Baca Juga: Curry Buka Babak Baru, Li-Ning Jadi Kendaraan Menuju Imperium Global
"Kami telah banyak berdiskusi sebelum memilih 26 pemain Jepang terbaik untuk membantu mereka menang di panggung dunia saat ini," kata Moriyasu seperti dikutip Kyodo News.
Namun, penjelasan kapten Samurai Biru tersebut belum sepenuhnya meredakan gelombang protes. Bagi banyak penggemar Jepang, cerita ini bukan lagi sekadar tentang sepak bola.
Ini telah menjadi perdebatan yang lebih besar tentang batasan antara hukum, etika, dan tanggung jawab mereka yang mewakili tim nasional mereka.
Baca Juga: SIMPATI Woman Rally Team Siap Uji Kekompakan di POJ City
Dengan Piala Dunia 2026 yang semakin dekat, Kaishu Sano mungkin akan menghadapi tekanan yang lebih besar daripada hanya di lapangan.
Setiap kali ia bermain untuk Jepang, ia kemungkinan akan tetap menjadi fokus perdebatan yang sedang berlangsung di tanah airnya.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)