Piala Dunia 2026: Pemain Jepang Terlibat Skandal Pelecehan Seksual

Suryansyah, Sportlink News
- Minggu, 7 Juni 2026 | 09:45 WIB
Piala Dunia 2026 bahkan belum dimulai, tapi tim nasional Jepang sudah terlibat dalam kontroversi besar.
Piala Dunia 2026 bahkan belum dimulai, tapi tim nasional Jepang sudah terlibat dalam kontroversi besar.

SportlinkNews - Timnas Jepang memicu kontroversi menjelang Piala Dunia 2026. Pemanggilan pemain yang terlibat skandal seks, penggemar marah dan menuntut pencopotannya dari tim nasional.

Piala Dunia 2026 bahkan belum dimulai, tapi tim nasional Jepang sudah terlibat dalam kontroversi besar.

Di tengah kontroversi tersebut adalah gelandang Kaishu Sano, yang ditangkap untuk penyelidikan kasus pelecehan seksual pada tahun 2024 tetapi masih diberi tempat di skuad oleh pelatih Hajime Moriyasu untuk turnamen sepak bola terbesar di planet ini.

Baca Juga: Coret Lennart Karl Akibat Cedera, Julian Nagelsmann Puji Bakat Assan Ouedraogo

Ketika pelatih Hajime Moriyasu mengumumkan skuad 26 pemain Jepang untuk Piala Dunia 2026, nama yang paling menarik perhatian bukanlah kapten Wataru Endo atau pemain bintang Takefusa Kubo, melainkan Kaishu Sano.

Gelandang berusia 25 tahun ini, yang saat ini bermain untuk Mainz 05 di Bundesliga, dianggap sebagai salah satu penemuan paling menonjol dalam sepak bola Jepang dalam dua tahun terakhir.

Namun, di samping kemampuan profesionalnya, Sano masih membawa "noda gelap" dalam kariernya yang belum bisa dilupakan banyak orang.

Baca Juga: Inggris 1 Selandia Baru 0: Tiga Singa Memulai Petualangan dengan Kemenangan, Penggemar Menjerit Harga Tiket Gila-gilaan

Pada Juli 2024, Sano ditangkap oleh polisi Tokyo bersama dua pria lainnya untuk diinterogasi terkait tuduhan pelecehan seksual terhadap seorang wanita di sebuah hotel di ibu kota Jepang.

Insiden tersebut langsung menjadi sensasi media karena saat itu Sano baru saja menyelesaikan transfer ke Jerman untuk bermain tenis.

Hanya beberapa minggu kemudian, jaksa Jepang memutuskan untuk tidak menuntut pemain tersebut. Namun, pihak berwenang tidak mengungkapkan alasan spesifik dari keputusan ini. Hal ini menutup kasus secara hukum, tetapi kontroversi publik tidak pernah benar-benar mereda.

Baca Juga: Grup J Piala Dunia 2026: Aljazair Kembali ke Piala Dunia, Generasi Mahrez Bidik Sejarah Baru

Setelah dibebaskan, Sano secara terbuka meminta maaf kepada korban dan para penggemarnya.

"Saya dengan tulus meminta maaf kepada korban karena telah menyebabkan masalah serius," kata pemain tersebut saat itu.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X