internasional

Grup L Piala Dunia 2026: Panama dan Misi Membuktikan Diri di Panggung Dunia

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:01 WIB
Timnas Panama proyeksi Piala Dunia 2026

SportlinkNews - Delapan tahun setelah pertama kali mengibarkan bendera mereka di panggung sepak bola terbesar dunia, Panama kembali hadir di Piala Dunia 2026 dengan status yang jauh berbeda. 

Pada Piala Dunia 2018, Panama hadir sebagai pendatang baru yang menikmati momen bersejarah tampil untuk pertama kalinya di panggung dunia.

Kini, Los Canaleros datang dengan ambisi yang lebih besar untuk menegaskan status mereka sebagai kekuatan utama Amerika Tengah dan mencatat prestasi terbaik dalam sejarah sepak bola negara tersebut.

Bagi Panama, perjalanan menuju Piala Dunia 2026 bukan hanya kisah tentang sepak bola. Ini adalah bagian dari perjalanan panjang sebuah bangsa yang selama lebih dari satu abad berjuang membangun identitasnya sendiri. 

Baca Juga: Aragon Bakal Jadi Sirkuit Cadangan Putaran MotoGP Mulai 2028-2031

Negara yang dikenal dunia karena Terusan Panama itu kini ingin dikenang bukan hanya sebagai jalur perdagangan global yang menghubungkan dua samudra, tetapi juga sebagai negara yang mampu bersaing di level tertinggi sepak bola internasional.

Piala Dunia 2026 menjadi penampilan kedua Panama sepanjang sejarah setelah debut mereka di Rusia pada 2018. Saat itu, mereka tergabung dalam grup berat bersama Belgia, Inggris, dan Tunisia.

Tiga kekalahan memang tak terhindarkan, tetapi ada satu momen yang terus hidup dalam ingatan publik Panama, yakni gol Felipe Baloy ke gawang Inggris yang menjadi gol pertama negara tersebut di ajang Piala Dunia.

Lebih dari sekadar gol, momen tersebut menjadi simbol bahwa Panama akhirnya berhasil menempatkan dirinya di panggung dunia.

Baca Juga: Buntut Perundungan Beckham Putra, PSSI Ancam Larang Oknum Suporter Masuk Stadion

Air mata para pemain dan suporter saat lagu kebangsaan Panama berkumandang sebelum laga melawan Belgia bahkan menjadi salah satu gambar paling emosional dari turnamen tersebut.

Kini, Panama kembali dengan modal pengalaman dan perkembangan yang signifikan.

Dalam beberapa tahun terakhir, mereka menjelma menjadi tim paling konsisten di kawasan Amerika Tengah. Perjalanan itu tidak lepas dari tangan dingin pelatih Thomas Christiansen.

Pelatih kelahiran Denmark tersebut ditunjuk pada Juli 2020 dalam situasi yang tidak mudah.

Baca Juga: Mandul di Laga Uji Coba, Arsene Wenger Yakin Kylian Mbappe Menggila di Piala Dunia 2026

Awal kepemimpinannya bahkan sempat diragukan setelah Panama gagal bersinar di Piala Emas 2021 dan tidak mampu mencapai target pada kualifikasi Piala Dunia 2022. Namun Federasi Sepak Bola Panama memilih bersabar.

Kepercayaan itu akhirnya membuahkan hasil.

Di bawah Christiansen, Panama mencapai final Piala Emas CONCACAF 2023, menembus semifinal Liga Bangsa-Bangsa CONCACAF pada 2023 dan 2024, serta kembali mencapai final kompetisi tersebut pada 2025.

Perlahan tetapi pasti, Panama membangun reputasi sebagai salah satu tim paling kompetitif di kawasan.

Baca Juga: Pelatih Vietnam Pantau Laga Timnas Indonesia, John Herdman Pilih Tak Ambil Pusing

Christiansen membawa filosofi permainan yang berbeda.

Terinspirasi oleh ajaran Johan Cruyff yang pernah ia pelajari saat menimba ilmu di akademi Barcelona, Panama kini mengandalkan penguasaan bola, serangan yang terstruktur, serta pemanfaatan lebar lapangan secara maksimal.

Yang terpenting, ia berhasil memberikan identitas yang jelas kepada tim nasional, sesuatu yang sebelumnya jarang dimiliki Panama.

"Saya tidak ingin kami datang hanya untuk berfoto selfie," ujar Christiansen ketika berbicara mengenai target timnya di Piala Dunia 2026.

Baca Juga: Latih Persija, Shin Tae-yong Mau Reuni dengan Anak Asuhnya di Timnas Indonesia

Halaman:

Tags

Terkini