SportlinkNews - Di era komersialisasi sepak bola yang semakin meningkat, FIFA tampaknya selalu tahu cara menemukan "tambang emas" baru dari penggemar setianya.
Baru-baru ini, mereka mengumumkan layanan baru seharga $79 atau sekitar Rp 1,1 juta untuk momen penampilan di layar utama stadion.
Inisiatif ini disebut "Super Shout-Out". Dengan harga $79, penggemar akan memiliki kesempatan untuk menampilkan nama mereka di layar besar stadion selama pemanasan pra-pertandingan.
Baca Juga: FIFA Mencabut Tiket Suporter Iran di Piala Dunia 2026
Perlu dicatat, ini bukan harga yang mencakup semuanya. FIFA mengizinkan setiap pembeli maksimal 4 slot tampilan per pesanan, setara dengan $316 (Rp 4,5 juta), tidak termasuk pajak dan biaya yang berlaku.
Layanan ini akan diterapkan di seluruh 72 pertandingan babak penyisihan grup Piala Dunia 2026.
Sekilas, "Super Shout-Out" tampak seperti kesempatan bagus bagi penggemar untuk merasakan atmosfer sepak bola, kenangan tak terlupakan karena nama mereka muncul di acara olahraga terbesar di dunia.
Baca Juga: Pelatih Vietnam Pantau Laga Timnas Indonesia, John Herdman Pilih Tak Ambil Pusing
Namun, di balik tampilan glamor itu terdapat strategi bisnis yang diperhitungkan dengan cermat yang bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan dari emosi murni para penggemar sepak bola.
Mari kita lakukan sedikit perhitungan. Dengan 72 pertandingan babak penyisihan grup, anggaplah setiap pertandingan memiliki sekitar 1.000 orang yang bersedia membayar $79 untuk layanan ini (angka yang sangat sederhana dibandingkan dengan puluhan ribu kursi di stadion di AS, Kanada, dan Meksiko). Pendapatan FIFA dari skema ini saja mencapai hampir $5,7 juta (Rp 82 miliar).
Surat kabar besar Inggris telah mengomentari layanan ini dengan cukup sarkastik.
Baca Juga: Mandul di Laga Uji Coba, Arsene Wenger Yakin Kylian Mbappe Menggila di Piala Dunia 2026
"FIFA semakin mengubah liga-liganya menjadi mesin penghasil uang raksasa, di mana setiap aspek, mulai dari tiket pertandingan, hak siar televisi, suvenir, hingga hal-hal terkecil sekalipun seperti nama di papan skor, dihargai sangat mahal," tulis The Sun.
Hal itu juga menimbulkan kehebohan di kalangan netizen dan penggemar. Di forum online, penggemar menyebutnya sebagai tindakan "eksploitasi," "penghisapan darah," dan "tidak dapat diterima."