SportlinkNews - Saat tim nasional Republik Demokratik Kongo bersiap untuk Piala Dunia 2026. Ini kali pertama bagi Kongo dalam lebih dari setengah abad. Salah satu tugas paling mendesak bagi federasi sepak bola negara itu bukanlah tentang taktik atau personel.
Melainkan bagaimana caranya membawa Michel Kuka Mboladinga, yang dianggap sebagai "jimat keberuntungan" tim, ke Amerika Serikat tepat waktu untuk turnamen tersebut.
Kongo akan mengawali pertandingan melawan Portugal, Rabu 17 Juni atau Kamis dini hari pukul 00.00 WIB. Tentu Mboladinga akan menjadi tantangan serius bagi Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan.
Baca Juga: Ghalenoei: Iran Tim yang Paling Tertindas di Piala Dunia 2026
Penjaga Gawang dari Tribun
Di mata banyak penggemar Republik Demokratik Kongo, Michel Kuka Mboladinga lebih dari sekadar pendukung. Pria berusia 49 tahun ini diyakini memiliki kemampuan untuk mencegah timnya mencetak gol melalui ritual aneh: berdiri tanpa bergerak sepanjang pertandingan.
Setiap kali tim nasional turun ke lapangan, Mboladinga muncul di tribun dengan setelan rapi, mempertahankan postur yang sama dengan lengan kanannya terangkat dan pandangannya tertuju ke lapangan. Selama lebih dari 90 menit, ia hampir tidak bergerak.
Ritual itu bukanlah kebetulan. Mboladinga melakukan gerakan tersebut meniru patung Patrice Lumumba, perdana menteri pertama Republik Demokratik Kongo setelah merdeka.
Baca Juga: Haaland Bersinar di Debut Piala Dunia, Norwegia Hajar Irak 4-1.
Lumumba meninggal pada tahun 1961 karena pembunuhan, tetapi masih dianggap oleh banyak orang Kongo sebagai simbol patriotisme dan perjuangan nasional.
Oleh karena itu, Mboladinga juga dikenal dengan julukan "Lumumba yang Hidup." Banyak orang berkomentar bahwa ia memiliki kemiripan yang mencolok dengan mendiang pemimpin tersebut, mulai dari gaya rambut hingga gaya pakaiannya.
“Saya berdiri diam karena saya percaya itu memberi tim dorongan mental,” kata Mboladinga kepada Wall Street Journal.
“Sama seperti Lumumba mengorbankan hidupnya untuk negaranya, pengorbanan kecil saya adalah cara untuk menunjukkan cinta saya kepada tim.”
Baca Juga: Terungkap Selebrasi Baru Mbappe Usai Merobek Gawang Senegal
Nama Mboladinga benar-benar meledak di Piala Afrika 2025 (AFCON) di Maroko. Di setiap pertandingan Republik Demokratik Kongo, gambar pria yang berdiri diam di tengah lautan penggemar yang bersorak terus-menerus muncul di televisi dan media sosial.