internasional

Hong Myung-bo Soroti Kesalahan Lini Tengah Usai Korsel Dipermalukan Afsel

Kamis, 25 Juni 2026 | 20:01 WIB
Pelatih Korea Selatan, Hong Myung-bo. (Pinterest)

SportlinkNews - Tim nasional Korea Selatan terpaksa menelan pil pahit setelah ditundukkan Afrika Selatan dengan skor tipis 0-1 pada laga terakhir Grup A Piala Dunia 2026. Kekalahan dalam pertandingan yang berlangsung di Estadio Monterrey pada Kamis (25/6) dini hari WIB ini langsung meruntuhkan mentalitas skuad Taegeuk Warriors.

Gol tunggal penentu kemenangan tim Bafana-Bafana dilesakkan Thapelo Maseko pada babak kedua, tepatnya di menit ke-63. Torehan tersebut tercipta setelah kedua tim sempat bermain sama kuat dengan menyudahi paruh pertama pertandingan tanpa gol.

Sepanjang jalannya pertandingan, barisan pertahanan Afrika Selatan tampil sangat disiplin dan kokoh menghalau setiap gempuran. Rapatnya lini belakang lawan membuat para pemain Korea Selatan frustrasi karena gagal mengonversi setiap peluang menjadi gol.

Baca Juga: Siapkan Bekal Masa Depan Marc Klok Ikuti FIFA Players Executive Programme di Miami

Padahal, secara statistik Korea Selatan tampil sangat dominan dengan mencatatkan penguasaan bola mencapai 60 persen. Namun, dominasi tersebut menjadi sia-sia lantaran lini serang mereka hanya mampu melepaskan delapan kali tembakan dengan tiga yang tepat sasaran.

Nihilnya poin dari laga ini membuat langkah Korea Selatan untuk melaju ke babak 32 besar menjadi sangat berat. Mereka kini berada di posisi yang tidak aman karena harus bergantung pada hasil pertandingan dari grup lain.

Satu-satunya asa tersisa bagi Son Heung-min dan kolega adalah mengharapkan keajaiban lewat jalur perebutan peringkat ketiga terbaik. Regulasi turnamen menetapkan hanya ada delapan tim peringkat ketiga terbaik dari seluruh grup yang berhak lolos ke fase gugur.

Baca Juga: Bertahan Tiga Bulan, Yoo Jae-hoon Undur Diri dari Tim Pelatih Persijap Jepara

Seusai pertandingan, pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo, mengaku adanya penurunan performa yang signifikan dari anak asuhnya. Ia menyoroti banyaknya kesalahan elementer yang dilakukan oleh para pemain.

Kegagalan mengontrol lini tengah dinilai menjadi penyebab utama runtuhnya skema permainan yang telah direncanakan. Akibat tekanan yang terus diberikan lawan, koordinasi antarlini menjadi kacau dan berujung pada kekalahan.

"Kami telah bersiap dengan baik, tetapi jika dibandingkan dengan pertandingan-pertandingan sebelumnya, kami membuat terlalu banyak kesalahan di lini tengah. Itulah mengapa para pemain saya kehilangan rasa percaya diri," kata dikutip dari Reuters.

Baca Juga: Persib Lepas Adam Przybek, Puji Sikap Profesional Sang Kiper

Nakhoda berusia 57 tahun tersebut juga tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas kualitas permainan Korea Selatan di lapangan. Ia merasa performa yang ditunjukkan pasukannya jauh di bawah standar yang seharusnya.

"Kami tahu bagaimana kami seharusnya bermain, tetapi kami seharusnya bisa tampil lebih baik. Performa hari ini jelas tidak cukup bagus," ujarnya.

Halaman:

Tags

Terkini