internasional

Simpan Son Heung-min Sejak Awal, Taktik Hong Myung-bo Justru Bawa Petaka bagi Korsel

Kamis, 25 Juni 2026 | 20:29 WIB
Kapten Timnas Korea Selatan, Son Heung-min boikot sementara semua kegiatan media di Piala Dunia 2026, setelah menerima ejekan dari jurnalis negaranya sendiri terkait wajib militernya.

SportlinkNews - Keputusan berisiko pelatih Hong Myung-bo yang mencadangkan bintang utama Son Heung-min berakhir dengan petaka bagi tim nasional Korea Selatan dalam laga terakhir Grup A Piala Dunia 2026. Strategi tersebut justru membuat skuad Taegeuk Warriors takluk dengan skor tipis 0-1 dari Afrika Selatan di Estadio Monterrey, Kamis (25/6).

Kekalahan yang diderita Korea Selatan dipastikan lewat gol semata wayang yang dilesakkan pemain Afrika Selatan Thapelo Maseko. Hasil minor tersebut langsung menahan laju poin Korea Selatan sekaligus memastikan kemenangan berharga bagi skuad Bafana-Bafana.

Dalam pertandingan penentu tersebut, Son Heung-min secara mengejutkan tidak dipasang sebagai starter. Ia baru dimasukkan pada paruh kedua untuk menggantikan peran Hwang Hee-chan.

Baca Juga: Siapkan Bekal Masa Depan Marc Klok Ikuti FIFA Players Executive Programme di Miami

Hong Myung-bo ternyata sengaja menyimpan tenaga pemain terbaiknya demi melancarkan rencana serangan pada akhir pertandingan. Ia berasumsi barisan pertahanan Afrika Selatan akan mengalami kelelahan fisik yang ekstrem setelah terus ditekan sejak menit awal.

"Kami berpikir bahwa ketika lawan masih memiliki banyak energi, akan lebih baik untuk memainkan Son di babak selanjutnya, saat mereka mulai kehabisan energi dan ada lebih banyak ruang terbuka," kata Hong dikutip dari Reuters.

Hong menegaskan bahwa tim kepelatihan memang sengaja mengincar momentum krusial saat kondisi fisik para pemain lawan mulai kedodoran. "Kami ingin memainkannya ketika mereka sudah lebih lemah," ucapnya.

Baca Juga: Bertahan Tiga Bulan, Yoo Jae-hoon Undur Diri dari Tim Pelatih Persijap Jepara

Namun, kalkulasi taktis yang dirancang Hong justru tidak berjalan sesuai dengan harapan di atas lapangan. Barisan belakang Afrika Selatan terbukti tetap tampil disiplin dan solid meski terus digempur oleh lini depan Korea Selatan.

Tanpa kehadiran Son sejak awal laga, kreativitas serangan dari juara dua kali Piala Asia tersebut tampak sangat tumpul dan mudah diantisipasi. Para pemain tengah Korea Selatan kesulitan mengalirkan bola-bola matang menuju jantung pertahanan tim Bafana-Bafana.

Situasi buntu tersebut berhasil dimanfaatkan dengan sangat baik oleh lini serang Afrika Selatan untuk melakukan tekanan balik yang mematikan. Thapelo Maseko akhirnya sukses memecah kebuntuan sekaligus mengunci kemenangan timnya lewat penyelesaian akhir yang sangat tenang.

Baca Juga: Persib Lepas Adam Przybek, Puji Sikap Profesional Sang Kiper

Akibat kegagalan meraih poin penuh ini, posisi Korea Selatan di papan klasemen sementara Grup A menjadi sangat tidak menguntungkan. Mereka kini terancam angkat koper lebih awal dari turnamen sepak bola paling bergengsi sejagat raya tersebut.

Satu-satunya skenario yang tersisa bagi Korea Selatan untuk lolos ke babak 32 besar adalah melalui jalur peringkat ketiga terbaik. Regulasi kompetisi tahun ini menetapkan hanya ada delapan tim dari posisi tersebut yang berhak melaju ke fase sistem gugur.

Halaman:

Tags

Terkini