"Turnamen tidak pernah berdiri sendiri. Jika turnamen tersebut adalah Piala Dunia, maka setiap keputusan dapat membawa dampak positif maupun negatif terhadap sepak bola secara keseluruhan. Kami menyatakan rasa tidak percaya kami atas keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya, tidak dapat dipahami, dan tidak dapat dibenarkan ini."
Baca Juga: Erling Haaland Pemain yang Paling Ditakuti Inggris
Di sisi lain, mantan Presiden FIFA Sepp Blatter turut menyuarakan kecurigaan mendalam terkait adanya intervensi dari luar lapangan. Tuduhan mengenai adanya tekanan politik dari kepala negara tuan rumah terhadap pucuk pimpinan FIFA kini mulai mencuat ke publik.
"Kartu merah tidak dibatalkan oleh panggilan telepon politik. Kartu merah dibatalkan oleh aturan, bukti, dan badan independen," tulisnya di media sosial X.
Blatter mempertanyakan netralitas organisasi yang kini dianggap rentan disusupi oleh kepentingan kekuasaan bukan olahraga. Isu miring ini dipastikan membuat atmosfer menjelang laga Amerika Serikat kontra Belgia makin memanas di luar lapangan.
"Jika Presiden AS ikut campur dengan Presiden FIFA, dan seorang pemain tiba-tiba dinyatakan bersih sebelum pertandingan babak gugur Piala Dunia, pertanyaannya tak terhindarkan: ke mana Anda akan pergi, FIFA? Sepak bola tidak boleh menjadi arena permainan kekuasaan politik."
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)