Kemenangan dan clean sheet lainnya pada hari Minggu akan membuat Spanyol mencetak rekor kebobolan gol paling sedikit yang pernah diraih oleh tim pemenang Piala Dunia.
Di lini serang, pemain muda berbakat Spanyol, Lamine Yamal, bisa jadi akan menjadi penentu.
Pemain sayap Barcelona berusia 19 tahun yang menjadi bintang kampanye kemenangan Spanyol di Kejuaraan Eropa di Jerman dua tahun lalu belum menunjukkan performa terbaiknya di turnamen ini karena masih dalam proses pemulihan dari cedera hamstring.
Baca Juga: Model Ini Kesal Suaminya Ditampar Jude Bellingham
Namun Yamal menunjukkan kilasan kecemerlangannya dalam kekalahan semifinal melawan Prancis, memenangkan penalti yang memberi La Roja keunggulan penting dan gol ketiganya yang seharusnya luar biasa dianulir karena keputusan offside yang tipis.
Sementara itu, manajer Spanyol yang karismatik, de la Fuente, akan menghadapi duel pribadi melawan mantan muridnya, yaitu rekan sejawatnya dari Argentina, Scaloni.
De la Fuente, 65, yang mengambil alih posisi pelatih Spanyol pada tahun 2022 setelah sukses sebagai manajer tim muda, membimbing Scaloni ketika pelatih Argentina itu sedang belajar untuk mendapatkan lisensi profesionalnya pada tahun 2018.
Scaloni, 48, yang memiliki ikatan pribadi dan profesional yang kuat dengan Spanyol, tempat ia tinggal, mengatakan ia akan menunda persahabatannya dengan de la Fuente untuk final hari Minggu atau Senin dini hari.
Baca Juga: Presiden Argentina Percaya Takhayul, Emoh Nonton Langsung Final Piala Dunia
"Dia adalah mentor saya, dan dia mengajari saya semua yang saya ketahui dan sekarang kami saling berhadapan di final," kata Scaloni tentang de la Fuente.
"Semua orang tahu saya tinggal di Spanyol dan memiliki keluarga Spanyol. Dan saya sangat, sangat menyesal, tetapi pada hari Minggu saya akan mencoba mengalahkannya."
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)