internasional

Bawa Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Dinilai Lewandowski Belum Tampil Maksimal

Kamis, 23 Juli 2026 | 20:56 WIB
- Timnas Spanyol masih menunggu kondisi terbaik Lamine Yamal menjelang laga penting menghadapi Arab Saudi di penentuan grup Piala Dunia 2026, Minggu, 21 Juni 2026.

SportlinkNews - Penyerang senior Robert Lewandowski memberikan pandangannya terkait kontribusi Lamine Yamal dalam membawa Spanyol merengkuh gelar juara Piala Dunia 2026. Ia menilai performa sang penyerang sayap muda tersebut sejatinya belum mencapai level maksimal.

Yamal sebelumnya harus menepi dari arena pertandingan akibat cedera hamstring yang dialaminya pada April lalu. Masalah kebugaran tersebut memaksa pilar Barcelona hingga pengujung musim 2025/26.

Meski masa pemulihannya menyita waktu cukup panjang, nama pilar berusia 19 tahun itu tetap masuk dalam skuad Spanyol. Pelatih Luis de la Fuente memilih berhati-hati dengan mengontrol jam terbang Yamal di fase awal turnamen.

Baca Juga: Statistik Phil Foden Bikin Manchester City Memperpanjang Kontraknya Hingga 2030

Kebijakan rotasi diterapkan demi menjaga kondisi fisik Yamal agar tidak mengalami cedera susulan. Hasilnya, ia tidak pernah dipaksakan tampil penuh selama 90 menit pada beberapa laga awal.

Secara keseluruhan, Yamal mencatatkan delapan kali penampilan di Piala Dunia 2026. Kendati hanya mencetak satu gol, pergerakan lincahnya di sisi lapangan selalu sukses menebar ancaman bagi pertahanan lawan.

Lewandowski melihat hambatan fisik saat proses persiapan membatasi potensi terbaik mantan rekan setimnya itu. Menurut penyerang kawakan Polandia tersebut, jeda kompetisi yang panjang membuat ritme permainannya belum sepenuhnya kembali.

Baca Juga: Issa Diop Tinggalkan Fulham Merapat ke Ipswich Town Hingga 2030

"Sejujurnya, tidak, bukan (turnamen terbaiknya). Performa terbaiknya, Lamine yang terbaik menurut saya, tentu saja, bukan musim lalu, tapi dua musim lalu, itu buat saya versi terbaik Lamine Yamal," kata Lewandowski dikutip dari ESPN.

"Dia masih muda, dia datang ke Piala Dunia setelah cedera dan tidak main selama kira-kira delapan pekan, jadi sulit kalau Anda tidak main delapan pekan dan harus mulai main di Piala Dunia, kemudian Anda tidak punya waktu untuk latihan hanya dari pertandingan ke pertandingan."

"Tapi dia menunjukkan kualitas yang sangat bagus. Para pemain Spanyol dan tim membantu Lamine dan Lamine juga membantu seluruh tim. Saya kira kerja sama ini sempurna."

Baca Juga: Mengenal Jeremy Monga, Winger Muda Bertalenta yang Diboyong Manchester City

Dukungan penuh dari rekan setim turut mempermudah proses adaptasi Yamal di tengah kencangnya tensi turnamen. Kolektivitas tinggi dalam skuad La Furia Roja dianggap sebagai fondasi utama kesuksesan meraih gelar juara.

Keberhasilan Spanyol mengawinkan gelar juara Euro 2024 dan Piala Dunia 2026 dengan proses regenerasi pemain muda mendapat apresiasi luas dari pengamat sepak bola dunia. Kepemimpinan De la Fuente terbukti ampuh dalam memadukan pemain berpengalaman dan talenta muda.

Halaman:

Tags

Terkini

Presiden La Liga: FIFA Menghancurkan Sepak Bola

Rabu, 22 Juli 2026 | 06:44 WIB