SportlinkNews - Piala Presiden 2026 tidak hanya sukses menghadirkan persaingan sengit di lapangan, tetapi juga mencatat lonjakan jumlah penonton melalui layar kaca.
Berdasarkan data AC Nielsen, turnamen pramusim tersebut mengalami peningkatan rating dan audience share dibandingkan edisi-edisi sebelumnya, menandakan antusiasme masyarakat terhadap kompetisi terus bertumbuh.
Direktur Emtek Media, Harsiwi Ahmad, mengatakan pertandingan semifinal menjadi salah satu penyumbang angka tertinggi.
Baca Juga: MotoGP Inggris: Fabio Quartararo Siap Balas Dendam Kegagalan di Silverstone Musim Lalu
Laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta bahkan mencatat audience share 38,7 persen, yang berarti hampir empat dari sepuluh orang yang sedang menonton televisi pada waktu bersamaan memilih menyaksikan pertandingan tersebut.
"Meski pertandingan berlangsung tanpa penonton di stadion, antusiasme masyarakat melalui siaran televisi justru meningkat. Ini tentu memberikan nilai tambah bagi para sponsor," tuturnya.
Secara keseluruhan, semifinal Piala Presiden 2026 membukukan rating 6,0 dengan share 26,7 persen.
Baca Juga: Nova Widianto Kembali, PBSI Bidik Kebangkitan Ganda Campuran
Menurut Harsiwi, angka tersebut tidak dapat dibandingkan dengan edisi 2025 karena saat itu tidak ada pertandingan semifinal. Namun, jika dibandingkan dengan edisi terakhir yang memiliki fase semifinal, performanya melonjak hingga 63 persen.
"Rata-rata rating semifinal berada di angka 5,3 dengan share 30,9 persen. Ini merupakan performa yang sangat luar biasa," katanya.
Tren positif juga terlihat pada keseluruhan penyelenggaraan turnamen.
Baca Juga: Performa Mumpuni, Raul Fernandez Diikat Trackhouse untuk Dua Musim Lagi
Sejak fase grup hingga semifinal, rata-rata audience share meningkat dari 23,9 persen pada edisi sebelumnya menjadi 24,5 persen, sedangkan rating mencapai 4,3 atau naik sekitar 16 persen.
Harsiwi mengungkapkan, peningkatan tersebut menunjukkan Piala Presiden semakin diterima sebagai tontonan utama masyarakat, meski berstatus turnamen pramusim.
Data Nielsen juga mencatat pertandingan semifinal disaksikan sekitar 30,7 juta pemirsa di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Cedera Kembali Kambuh, Maverick Vinales Resmi Digantikan Pol Espargaro untuk GP Inggris
Menurut Harsiwi, Nielsen merupakan lembaga pengukuran yang menjadi acuan industri televisi dan para pengiklan dalam menilai performa sebuah program siaran.
"Para sponsor juga menggunakan data Nielsen sebagai acuan utama untuk melihat efektivitas tayangan televisi," ujarnya dalam jumpa pers jelang laga final di Jakarta, Rabu, 5 Agustus.
Ia menambahkan, tren penonton Piala Presiden terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Brighton Kembali Luncurkan Jersey Ketiga Musim 2026/27 Tampil dengan Warna Ikonik yang Khas
Audience share yang sempat berada di angka 18 persen pada 2019 kini telah meningkat menjadi 24,5 persen hingga fase semifinal 2026, bahkan sebelum partai final digelar.
Harsiwi menilai ada sejumlah faktor yang mendorong kenaikan tersebut.
Harsiwi menilai kenaikan jumlah penonton dipengaruhi kehadiran klub-klub besar, pertandingan yang kompetitif, dan kualitas produksi siaran yang terus meningkat.
Baca Juga: Faktor Bugar dan Laga Kandang Jadi Modal Utama Singapura Tekan Timnas Indonesia
Promosi yang masif di televisi dan media sosial, dukungan media, serta jangkauan siaran yang luas juga menjadi faktor pendorong tingginya rating dan audience share.