SportlinkNews - FIFA melayangkan kecaman keras terhadap aksi kampanye yang dinilai bertujuan melemahkan institusi serta melengserkan Gianni Infantino dari kursi presiden. Sikap tegas ini diambil di tengah tingginya tensi politik internal dan derasnya tekanan terhadap kepemimpinan sang presiden.
Sikap tersebut dirilis menyusul kontroversi proposal FIFA Forward Enterprise (FFE) serta beredarnya rangkaian laporan yang menyudutkan Infantino. Selain itu, FIFA merespons pemberitaan Telegraph mengenai dugaan pembayaran kompensasi terkait isu personal saat Infantino masih menjabat Sekretaris Jenderal UEFA.
Pihak FIFA langsung membantah keras seluruh tuduhan yang dialamatkan kepada Infantino. Juru bicara organisasi menegaskan bahwa kabar yang beredar di media massa tersebut sama sekali tidak berdasar.
Baca Juga: Ini Alasan Kuat Mikel Arteta Merekrut Bruno Guimaraes untuk Skuat Arsenal (2)
"Pernyataan yang tidak berdasar dan klaim yang terbukti salah tidak seharusnya disebarkan. Spekulasi dan sindiran tidak boleh disajikan sebagai fakta," demikian pernyataan FIFA dikutip dari BBC Sport.
Gelombang penolakan terhadap Infantino memang menguat tajam, khususnya dari UEFA usai proposal FFE dinyatakan gagal. Gagasan tersebut awalnya dirancang untuk membentuk badan usaha baru yang mengelola hak komersial dan penjualan tiket dengan melibat modal swasta hingga 21 persen.
Krisis kepercayaan dari UEFA berlanjut hingga ancaman aksi boikot terhadap seluruh ajang kompetisi FIFA. Penolakan dari Eropa kian memuncak ketika Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF), Lise Klaveness, secara terbuka mendesak Infantino untuk segera mundur.
Baca Juga: Ini Alasan Kuat Mikel Arteta Merekrut Bruno Guimaraes untuk Skuat Arsenal (1)
Menanggapi desakan tersebut, FIFA menegaskan kepemimpinan Infantino berdiri di atas legitimasi hukum yang kuat. Status yang didapatkannya merupakan hasil kesepakatan kolektif yang diambil melalui mekanisme pemilihan.
"Presiden FIFA dipilih secara demokratis oleh Asosiasi Anggota FIFA dan terus menjalankan mandatnya. Makin jelas bahwa ada upaya terkoordinasi dan berkelanjutan dari beberapa pihak untuk melemahkan FIFA dan presidennya.”
"Mereka yang tidak mendapat dukungan dari asosiasi anggota FIFA seharusnya tidak berusaha mencapai melalui tuduhan, sindiran, atau informasi yang salah apa yang tidak dapat mereka capai melalui proses demokrasi FIFA yang telah mapan.”
Baca Juga: AC Milan Perkenalkan Jersey Ketiganya di Depan 40 Ribu Lebih Penonton di Stadion Gelora Bung Karno
Di tengah gempuran dari benua Eropa, posisi Infantino dinilai masih tergolong aman dari ancaman pelengseran. Ia dikabarkan masih mengantongi basis dukungan yang sangat solid dari mayoritas konfederasi luar Eropa.
Dukungan nyata salah satunya datang dari Federasi Sepak Bola Meksiko yang memilih berdiri di barisan Infantino. Langkah serupa ditunjukkan oleh CONMEBOL yang menolak skema pergantian presiden tanpa mekanisme pemungutan suara resmi seluruh anggota.