internasional

Modal Sempurna, Thailand Tak Mau Terlena Hadapi Singapura di semifinal ASEAN Championship

Minggu, 9 Agustus 2026 | 21:36 WIB
Timnas Thailand saat bermain di penyisihan Grup A, ASEAN Championship 2026.

SportlinkNews - Thailand memasuki semifinal ASEAN Hyundai Cup™ 2026 dengan modal yang nyaris sempurna.

Empat kemenangan dari empat pertandingan, 12 poin, dan belum sekali pun kebobolan menjadi bekal The War Elephants untuk menghadapi Singapura di babak empat besar.

Thailand memastikan status sebagai juara Grup A setelah menundukkan Myanmar 2-0 di Bangkok, Sabtu lalu.

Baca Juga: Chelsea Cukur AC Milan 3-0, Xabi Alonso Puji Penampilan Palestra yang Terus Membaik

Dua gol melalui titik putih yang dicetak Worachit Kanitsribumphen dan Jehhanafee Mamah mengantarkan Thailand ke semifinal untuk ke-14 kalinya, sebuah rekor dalam sejarah turnamen.

Namun, Anthony Hudson tidak ingin terlalu lama menikmati pencapaian tersebut.

Pelatih Thailand itu langsung mengalihkan perhatian kepada pekerjaan berikutnya. Singapura sudah menunggu di semifinal dan Thailand harus menjaga momentum setelah menjalani rangkaian pertandingan padat selama dua pekan.

Baca Juga: AC Milan Perkenalkan Jersey Ketiganya di Depan 40 Ribu Lebih Penonton di Stadion Gelora Bung Karno

"Saya sangat senang dengan hasilnya, sangat senang karena kami berhasil memenangkan pertandingan, menjaga gawang tetap bersih, dan lolos ke semifinal," tuturnya.

Catatan tanpa kebobolan menjadi salah satu kekuatan utama Thailand. Mereka tidak hanya produktif dalam fase grup, tetapi juga menunjukkan organisasi pertahanan yang membuat lawan kesulitan menemukan celah.

Lebih menarik lagi, Thailand mampu menyelesaikan fase grup tanpa kehilangan satu poin pun. Laos, Malaysia, Filipina, dan Myanmar berhasil mereka lewati dengan kemenangan. 

Baca Juga: Ini Alasan Kuat Mikel Arteta Merekrut Bruno Guimaraes untuk Skuat Arsenal (1)

Tetapi, perjalanan tersebut menguras tenaga para pemain. Hudson bahkan mengakui kondisi fisik menjadi perhatian utama setelah laga terakhir fase grup. Beberapa pemain mengalami kelelahan dan kram sehingga tim pelatih memilih tidak memaksakan permainan lebih agresif.

"Rencananya, seperti yang bisa Anda lihat malam ini, dan itulah mengapa saya sangat bangga pada para pemain, adalah mereka harus menampilkan performa terbaik dan meraih hasil, padahal banyak pemain yang sangat kelelahan," katanya.

"Itulah salah satu alasan utama mengapa kami tidak bisa bermain sedikit lebih agresif. Jadi, fokus utama para pemain saat ini adalah pemulihan. Kemudian pada Senin, kami harus mulai persiapan lagi, dengan fokus penuh pada rencana permainan untuk pertandingan di Singapura."

Baca Juga: Ini Alasan Kuat Mikel Arteta Merekrut Bruno Guimaraes untuk Skuat Arsenal (2)

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Thailand tidak ingin kemenangan sempurna di fase grup menjadi bumerang.

Pemulihan menjadi prioritas sebelum mereka mulai membedah permainan Singapura. Hudson memiliki waktu untuk mengembalikan kondisi fisik pemain sekaligus menyiapkan pendekatan taktik yang tepat menghadapi The Lions.

Singapura sendiri bukan lawan yang bisa dianggap enteng. Mereka datang ke semifinal sebagai tim yang tidak diunggulkan dan berpotensi tampil tanpa beban.

Baca Juga: Duel Tyson Fury vs Anthony Joshua Akan Digelar pada Hari Kerja; Muncul Tanggal Baru

Kondisi itu justru bisa membuat Thailand harus ekstra waspada. Sebagai juara tujuh kali, Thailand memiliki tekanan yang jauh lebih besar. Mereka dituntut mempertahankan reputasi sekaligus melanjutkan perjalanan menuju gelar kedelapan.

Hudson menyadari timnya kini mulai menemukan identitas permainan setelah ia mengambil alih kursi pelatih pada Oktober tahun lalu. Thailand bahkan mencatatkan 10 pertandingan tanpa kekalahan di bawah kepemimpinannya.

"Kini kami sudah memiliki waktu bersama, saya merasa kami sedang membangun pemahaman tentang bagaimana kami ingin menghadapi pertandingan," imbuhnya.

Baca Juga: Duel Tyson Fury vs Anthony Joshua Akan Digelar pada Hari Kerja; Muncul Tanggal Baru

"Menurut saya, beberapa pertandingan pertama berjalan sangat positif dalam hal gaya permainan yang kami inginkan.

Namun, Hudson juga melihat masih ada ruang untuk perbaikan. Laga melawan Myanmar memperlihatkan bagaimana faktor kelelahan mulai memengaruhi performa Thailand.

"Pada babak pertama malam ini, ada beberapa momen yang sangat bagus saat menguasai bola, tetapi kami bisa melihat pada saat istirahat bahwa banyak pemain yang kelelahan, mengalami kram, dan kami menempatkan para pemain di posisi yang berbeda," tambahnya.

Baca Juga: Fabio Lefundes Kembali ke Indonesia, Resmi Jadi Pelatih Java United FC

Jika mampu mempertahankan organisasi pertahanan sekaligus meningkatkan efektivitas serangan, Thailand punya alasan kuat untuk percaya diri. Namun, mereka juga harus berhati-hati.

Singapura datang sebagai underdog. Tidak ada tekanan untuk menjaga rekor sempurna. Tidak ada tuntutan mempertahankan status sebagai tim paling dominan. Sehingga semua dimulai dari nol lagi. 

Tags

Terkini

Diego Forlan Resmi Jadi Pelatih Uruguay

Jumat, 7 Agustus 2026 | 15:47 WIB

Messi Langsung Moncer Bantu Comeback Inter Miami

Jumat, 7 Agustus 2026 | 08:22 WIB