SportlinkNews - Proposal Presiden FIFA Gianni Infantino untuk FIFA Forward Enterprise (FFE) mendapat penolakan keras dari UEFA, Concacaf, dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
FFE sendiri merupakan rencana pembentukan perusahaan baru untuk mengelola hak komersial dan penjualan tiket seluruh kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia.
Sebanyak 21% saham FFE akan dijual kepada perusahaan investasi swasta. Thrive Eternal diperkirakan akan memimpin kelompok investor yang diusulkan untuk FFE.
Baca Juga: Dugaan Suap Seksual Wasit Asing di Korea Selatan, JFA Turun Tangan
Thrive adalah perusahaan modal ventura asal Amerika yang didirikan oleh Joshua Kushner—saudara laki-laki Jared, menantu Trump.
Usulan itu ditolak keras pihak konfederasi karena dinilai mencederai semangat sportivitas olahraga sepak bola. Bahkan penolakan itu kini berbuntut panjang.
UEFA, Concacaf, dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengeluarkan surat terbuka yang menuduh Infantino mengkhianati kepercayaan "melalui tipu daya" terkait usulan FFE yang akhirnya dibatalkan.
Baca Juga: Sambut Super League 2026/27 Persija Siapkan Jersey Baru dan Duel Internasional
UEFA bahkan telah mengancam akan memboikot seluruh kompetisi FIFA serta menyatakan kemungkinan mengambil langkah hukum terkait kegagalan rencana FFE tersebut.
Surat yang dikeluarkan oleh UEFA, Concacaf, dan AFC itu muncul setelah FIFA menyatakan adanya upaya terorganisir dan berkelanjutan untuk melemahkan badan pengatur sepak bola dunia tersebut beserta Infantino.
BBC Sport memperoleh informasi bahwa telah ada pembicaraan awal antara ketiga konfederasi mengenai kemungkinan membentuk kompetisi tandingan seandainya Infantino tetap menjabat. Namun, menurut pihak lain, pembahasan substantif belum dimulai.
"Ketika kepercayaan dikhianati oleh tipu daya, ketika seseorang menempatkan dirinya di atas kelompok yang telah memercayakan wewenang kepadanya, maka kewajiban itu telah diabaikan," demikian bunyi surat dari UEFA, CONCACAF, dan AFC.
Meskipun pernyataan tersebut tidak menyebut nama Infantino secara eksplisit, sejumlah sumber mengatakan kepada BBC Sport bahwa hal itu patut dipandang sebagai kesempatan baginya untuk mengundurkan diri dan meninggalkan jabatannya secara terhormat.