SportlinkNews - Singapura masih menjaga asa untuk melangkah ke final ASEAN Championship 2026 meski menelan kekalahan 1-3 dari Thailand pada leg pertama semifinal di Stadion Jalan Besar, Sabtu, 15 Agustus.
Gol Ilhan Fandi pada menit ke-84 menjadi penyelamat sekaligus modal bagi The Lions untuk menatap leg kedua di Stadion Rajamangala, Bangkok, Selasa, 18 Agustus.
Pelatih Singapura Gavin Lee menilai timnya harus melakukan evaluasi menyeluruh setelah beberapa gol Thailand dinilainya merupakan kesalahan pemainnya sendiri.
Baca Juga: Kate Douglass Pecahkan Rekor Dunia Gaya Bebas 50m Dua Kali Dalam Sehari
Menurut Lee, Thailand memang memiliki kualitas untuk menghukum setiap kesalahan. Namun, ia menilai situasi sulit yang dialami Singapura dalam pertandingan sebenarnya dapat dihindari.
"Thailand selalu memiliki kualitas. Tapi saya rasa kami harus mengakui bahwa kami menempatkan diri dalam beberapa situasi sulit yang sebenarnya bisa dihindari, dan itu justru memudahkan mereka," kata Lee.
"Ketika Anda berhadapan dengan pemain sekelas itu, mereka pasti akan menghukum Anda," imbuhnya.
Baca Juga: Matangkan Taktik di Thailand, Persija Jakarta Bakal Gelar Dua Uji Coba
Thailand langsung memanfaatkan kesalahan Singapura untuk membuka keunggulan pada menit ke-14 melalui Teerasak Poeiphimai. Penyerang Port FC tersebut kemudian menggandakan keunggulan 12 menit berselang melalui sundulan setelah pertahanan Singapura kembali lengah.
Singapura memiliki kesempatan memperkecil ketertinggalan melalui penalti Shawal Anuar pada menit ke-35. Namun, eksekusinya berhasil dihentikan kiper Thailand Kampon Phatomakkakul.
Thailand semakin menjauh pada menit ke-51 setelah Seksan Ratree menyelesaikan serangan balik dengan baik.
Baca Juga: Banding Persib Bandung Ditolak AFC
Singapura baru mampu membalas pada menit ke-84 melalui Ilhan Fandi yang melepaskan tendangan melengkung dan membentur bagian dalam tiang sebelum masuk ke gawang.
Lee menyebut para pemainnya tidak ingin menyerah setelah pertandingan tersebut. Ia percaya pengalaman dari leg pertama akan menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi pertandingan penentuan di Bangkok.
"Kami sudah tahu sejak awal perjalanan ini bahwa pasti akan ada rintangan di jalan. Dan ini adalah rintangan pertama yang kami hadapi. Kini pertanyaannya adalah, bagaimana kami menghadapi situasi ini? Bagaimana kami mengatasi rintangan ini dan terus melangkah?" ujar Lee.
Baca Juga: Tottenham Hotspur Lepas Dua Pemainnya ke Serie A dan LaLiga
Ia juga meyakini karakter para pemain Singapura akan membantu mereka bangkit dari kekalahan.
"Mengetahui karakter para pemain, mereka akan bangkit kembali, mereka akan pulih sebaik mungkin, dan mereka ingin memperbaiki kesalahan sesuai cara dan pilihan mereka sendiri," ucapnya.
Dukungan suporter di Stadion Jalan Besar turut menjadi suntikan motivasi bagi Singapura. Meski Lee mengaku kecewa karena timnya belum mampu membalas dukungan tersebut dengan hasil positif.
Baca Juga: Arsenal Terancam Kehilangan Senjata Andalan Gegara Aturan Baru Liga Primer
"Mereka luar biasa. Bahkan menjelang akhir pertandingan, mereka terus bernyanyi, terus bersorak, dan terus mendorong kami. Dan saya rasa para pemain terus berjuang karena hal itu," ungkap Lee.
Kini, Singapura akan berusaha membawa semangat tersebut ke Bangkok. Dengan tertinggal dua gol secara agregat, The Lions harus tampil jauh lebih efektif sekaligus menjaga konsentrasi agar tidak kembali memberikan ruang bagi Thailand.
"Jika para suporter tidak menyerah pada kami, kami pun tidak boleh menyerah pada diri sendiri," tukasnya Lee.
Baca Juga: Persik Tidak Berdaya Dicukur Phnom Penh Crown, Empat Gol Bersarang di Gawang Macan Putih
"Pada akhirnya kami berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi satu gol. Dan dengan kelompok ini, dengan tim yang kami miliki, segalanya mungkin terjadi saat kami bertandang ke Bangkok pada hari Selasa," lanjutnya.