SportlinkNews - Arsenal terancam kehilangan salah satu senjata andalannya dalam skema serangan usai munculnya wacana aturan baru di Liga Primer Inggris. Taktik lemparan ke dalam jarak jauh yang kerap diawali dengan mengeringkan bola memakai handuk berpotensi tidak lagi bisa diterapkan.
Kabar mengenai rencana pengetatan regulasi tersebut pertama kali diembuskan oleh media Inggris, The Sun. Pihak pengelola Liga Primer dilaporkan bakal melarang keras penggunaan handuk untuk mengusap bola sebelum dilempar pada musim kompetisi mendatang.
Kebijakan ini diambil sebagai imbas dari maraknya kontroversi serta perdebatan antarklub yang terjadi sepanjang musim lalu. Penggunaan alat bantu tambahan tersebut dinilai memicu ketegangan dan ketidakadilan di lapangan.
Baca Juga: Persijap Bersiap Ramaikan Super League 2026/27, Tunjuk Pelatih Kepala Baru
Insiden panas sempat mewarnai laga antara Arsenal menghadapi Newcastle United pada musim sebelumnya. Pemain bertahan Arsenal, Riccardo Calafiori, tertangkap kamera sempat meminjam handuk milik penjaga gawang lawan, Nick Pope, sebelum mengeksekusi lemparan.
Aksi tersebut langsung mendapat teguran keras dari wasit yang memimpin pertandingan, Jarred Gillet. Sang pengadil melarang tindakan itu lantaran tidak ada kesepakatan tertulis antarkedua tim sebelum laga dimulai.
Nada keberatan terhadap penggunaan fasilitas tersebut juga datang dari Sean Dyche saat masih menjabat sebagai manajer Nottingham Forest. Ia secara terbuka melontarkan kritik dan menyebut praktik pemanfaatan handuk merupakan hal yang tidak adil.
Baca Juga: Mengharap Restu Langit, Madura United FC Launching Team di Pondok Pesantren
Regulasi tersebut kini akan dipatuhi secara ketat tanpa memberikan celah toleransi bagi seluruh kontestan. Penggunaan handuk dalam prosesi lemparan ke dalam bakal dilarang total di seluruh stadion.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, langsung memberikan respons tajam saat dimintai tanggapan mengenai rumor perubahan aturan tersebut. Ia menyampaikan sindiran menohok untuk menyikapi pembatasan taktik yang berpotensi merugikan timnya itu.
"Ya lihat saja apa yang akan kami lakukan. Mungkin kita akan bermain memakai topi," katanya.
Baca Juga: Meski Menang Lawan Penang FC, Persebaya Tetap Harus Benahi Timnya Menjelang Super League
Selain membatasi penggunaan alat pengering bola, otoritas Liga Primer juga menaruh perhatian serius pada taktik mengulur waktu. Regulasi mengenai batas waktu eksekusi lemparan ke dalam bakal diterapkan secara jauh lebih ketat dari sebelumnya.
Setiap pemain hanya diberikan alokasi waktu maksimal lima detik untuk segera melontarkan bola kembali ke dalam lapangan. Aturan ketat ini dirancang untuk menjaga tempo permainan agar tetap berjalan tinggi dan menghibur penonton.
Artikel Terkait
Gagal Boyong Vinicius Jr ke Emirates Stadium, Arsenal Alihkan Target untuk Liga Primer 2026/27
Arsenal 1-1 Como: Lewis Skelly Buktikan Kualitasnya kepada Arteta
Puji Adaptasi, Mikel Arteta Mungkin Mainkan Bruno Guimaraes Saat Arsenal vs Manchester City
Arsenal Kejar Victor Osimhen, Galatasaray Ditawarkan Dua Pemain
Kontraknya di Arsenal Segera Habis, Mikel Arteta Tidak Ambil Pusing