SportlinkNews - Keputusan mengejutkan terjadi di jajaran pimpinan tertinggi FIFA usai ditinggal salah satu pejabat pentingnya. Kevin Lamour secara mendadak melepaskan jabatannya sebagai Chief Operating Officer (COO) organisasi tersebut.
Peristiwa pengunduran diri secara mendadak dari petinggi FIFA terkonfirmasi pada Senin (17/8). Laporan mengenai perubahan struktur organisasi ini pertama kali diembuskan The Athletic.
"FIFA dapat mengonfirmasi bahwa hubungan kerja antara FIFA dan Kevin Lamour sebagai Chief Operating Officer FIFA telah berakhir pada 17 Agustus 2026," kata juru bicara tersebut.
Baca Juga: Keluarga Buss Jual Sisa Saham Los Angeles Lakers dengan Valuasi US$12,5 Miliar
"FIFA mengucapkan terima kasih kepada Kevin atas dua tahun pengabdiannya dan mendoakan yang terbaik untuk masa depannya. Tidak akan ada komentar lebih lanjut mengenai hal ini," lanjut pernyataan federasi.
Sejumlah pemberitaan media internasional meyakini kepergian mendadak dari jajaran eksekutif ini merupakan tindakan pemecatan terselubung. Keputusan tersebut disinyalir memiliki keterkaitan erat dengan pernyataan kritis yang dilontarkannya terhadap kepemimpinan Presiden Gianni Infantino.
Pemicu perselisihan internal ini bermula dari sikap keras yang ditunjukkan Lamour terkait rencana strategis FIFA. Ia secara terbuka menentang rencana komersialisasi berupa penjualan saham Piala Dunia.
Baca Juga: Bernardo Tavares Akui Persebaya Masih Memiliki Kelemahan Menjelang Super League
Tuduhan miring bahkan sempat dilayangkan Lamour mengenai transparansi kebijakan pimpinan tertinggi. Infantino tuding telah memperdaya serta memberikan informasi yang tidak akurat kepada jajaran staf mengenai rencana bisnis tersebut.
Hubungan kerja profesional antara kedua figur penting ini sebenarnya telah terjalin lama sejak keduanya masih bernaung di UEFA. Jabatan strategis sebagai kepala operasional FIFA baru dipercayakan kepadanya sejak 2024.
Ketegangan yang memuncak di tingkat elite FIFA ternyata tidak menyurutkan komitmen serta prinsip personal dari Lamour. Ia secara menyatakan kesiapannya untuk menanggung segala konsekuensi atas aksi protes kerasnya.
Baca Juga: Persijap Jepara Resmi Gelar Latihan Perdana di Hari Kemerdekaan RI
"Jika itu berarti saya kehilangan pekerjaan, biarlah. Saya akan memahami dan menghormati keputusan itu. Setidaknya saya akan tidur nyenyak malam ini," kata Lamour kepada AP beberapa waktu lalu.
Pencopotan jabatan strategis ini menandai dinamika konflik internal paling panas di tubuh manajemen puncak FIFA. Spekulasi mengenai arah kebijakan komersial turnamen internasional pun kian mencuat ke publik.