SportlinkNews - Leg kedua babak semifinal ASEAN Championship akan berlangsung Rabu, 19 Agustus ini di Hanoi, Vietnam.
Harimau Malaya datang ke Hanoi dengan misi membalikkan defisit dua gol sekaligus menghidupkan kembali kenangan manis dari stadion yang sama atas tuan rumah Vietnam.
Pelatih Tan Cheng Hoe menjadikan kemenangan Malaysia atas Vietnam pada semifinal 2014 sebagai sumber motivasi.
Baca Juga: Kejuaraan Dunia 2026: Tertinggal 16-20, Bimo/Arlya Bangkit dan Melaju ke 32 Besar
Saat itu, Malaysia juga datang dengan posisi sulit setelah kalah 1-2 pada leg pertama, tetapi secara mengejutkan mampu menang 4-2 di Hanoi dan melaju ke final dengan agregat 5-4.
Kini, 12 tahun berselang, Tan berharap sejarah tersebut bisa menjadi inspirasi bagi generasi baru Harimau Malaya.
"Tentu saja, hasil itu benar-benar memberi kami kepercayaan diri. Di sisi lain, setelah 12 tahun, para pemain dan pelatih terus berganti," ungkap Tan.
Malaysia memang membutuhkan keajaiban untuk mengulang cerita tersebut. Namun, penampilan pada leg pertama memberi Tan alasan untuk tetap percaya diri.
Baca Juga: Serba Mendadak, Rehan/Gloria Tetap Tampil Solid di Kejuaraan Dunia
Meski kalah 0-2, Malaysia sempat memberikan tekanan besar kepada Vietnam dan membuat lawannya lebih banyak bertahan. Gol Nguyen Xuan Son serta gol bunuh diri Faris Danish pada menit-menit akhir akhirnya mengubah hasil pertandingan.
Tan menilai performa tersebut menunjukkan Malaysia masih memiliki peluang untuk menciptakan kejutan.
"Kami benar-benar memberikan tekanan sehingga Vietnam harus bertahan daripada menyerang," tegasnya.
Baca Juga: Jonatan Susul Alwi ke 32 Besar Kejuaraan Dunia 2026
"Hal ini benar-benar memberi saya keyakinan bahwa jika para pemain kami benar-benar fokus, setiap kali kami menyerang, kami kemungkinan besar bisa mencetak gol," lanjutnya.
Ia meminta para pemainnya tidak larut dalam tekanan dan tetap percaya bahwa peluang membalikkan keadaan masih terbuka.
"Dalam sepak bola, segalanya mungkin terjadi jika Anda benar-benar memiliki kepercayaan diri. Jika Anda memiliki keyakinan, maka yang terpenting, para pemain harus bersatu, berjuang bersama, dan menang bersama," ucap Tan.
Baca Juga: Pejabat Penting FIFA Mundur Selepas Kecam Gianni Infantino
Pertandingan ini sekaligus menjadi pertaruhan bagi Malaysia untuk kembali mencapai final setelah terakhir kali melakukannya pada 2018. Sementara Vietnam memburu final kedua secara beruntun setelah menjadi juara pada edisi 2024.
Vietnam kini hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan langkah ke final. Malaysia, sebaliknya, wajib menang dengan selisih minimal tiga gol jika ingin membalikkan keadaan tanpa harus bergantung pada skenario lain.