SportlinkNews - Selangkah lagi Oklahoma City Thunder menuju Final NBA 2024/25, usai petik kemenangan dramatis 128-126 atas Minnesota Timberwolves di Gim 4 final wilayah Barat.
Dalam pertandingan yang berlangsung panas di Target Center, duet maut Shai Gilgeous-Alexander dan Jalen Williams kembali membuktikan diri sebagai kekuatan tak terbendung Thunder di postseason ini.
Sebaliknya Timberwolves gagal memanfaatkan tekanan yang harusnya ada di pundak Thunder pada gim ini. Thunder pun semakin meninggalkan Minnesota 3-1.
Pada Gim 5 yang akan berlangsung di Paycom Center akan jadi penentuan bagi kedua tim.
Baca Juga: Shafira Ika, Kapten Timnas Putri Indonesia yang Pernah Alami Cedera Mengerikan
Apakah Thunder bisa menjadi tim pertama yang lolos ke final NBA, pertama kali sejak 2012, atau sebaliknya Timberwolves dalam jalan untuk memecahkan mitos di kandang lawan.
Shai Gilgeous-Alexander mencetak rekor playoff kariernya dengan 40 poin, ditambah 10 assist dan 9 rebound.
Ia mendapatkan dukungan luar biasa dari Jalen Williams yang mencatat 34 poin, termasuk enam tembakan tripoin yang menjadi rekor baru untuk Thunder di final konferensi.
Keduanya menyumbangkan 74 poin atau 57,81 persen dari total yang dikoleksi Thunder di Gim 4 ini. Ini yang kemudian menjadi pembeda nyata dalam pertandingan ketat tersebut.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan Timnas Putri Indonesia di FIFA Women's Matchday di Yordania
Keberanian Williams dalam melakukan pull-up jumper dan tembakan tiga angka pada momen krusial membuat Timberwolves tidak mampu membalikkan keadaan.
"BIG TIME ROAD DUB," tulis akun resmi Thunder di X, menyuarakan semangat kemenangan tandang penting keempat mereka di playoff musim ini.
Selain performa ofensif dari dua bintangnya, Thunder juga unggul dalam aspek hustle (usaha ekstra dan intensitas tinggi). Mereka mencatat 19 offensive rebound, lebih banyak dari defensive rebound mereka (17).
Tim asuhan Mark Daigneault itu juga sukses memanfaatkan 21 turnover Timberwolves menjadi 22 poin, faktor yang menentukan hasil pertandingan.
Baca Juga: China Akan Diperkuat Mantan Pemain Inter untuk Melawan Indonesia
Thunder juga berhasil menetralisir Anthony Edwards dan Julius Randle lewat pertahanan 'box and one'. Keduanya dibuat bermain di bawah standar.
Pelatih Timberwolves, Chris Finch, mengakui bahwa kombinasi turnover dan kegagalan mengamankan rebound menjadi kunci kekalahan timnya.
Peluang turnover dinilainya sangat menyolok, Thunder melakukan kesalahan hanya 14 kali, tetapi timnya melakukan 21 kali.
"Jika Anda kehilangan bola 20 kali dan memberi mereka peluang kedua, Anda tidak akan menang atas tim sebaik ini," ujarnya.
Baca Juga: Kejutan! Lupakan Portugal, Pemain Serie A Italia Ini Pilih Bergabung dengan Timnas China Siap Debut Melawan Timnas Indonesia
"Dalam pertandingan yang berakhir dengan keunggulan kecil dua poin, setiap turnover tentu adalah kesempatan bagi lawan untuk mencetak angka," tukas Finch.
Finch menilai ini adalah kekalahan yang memilukan bagi Timberwolves, karena mereka seharusnya dapat menyamakan kedudukan menjadi dua game.
Ini merupakan pil pahit bagi Minnesota karena hampir setiap pemain tampil dengan baik di luar pemain bintang, Anthony Edwards dan Julius Randle.
Padahal, menurutnya, Gim 4 seharusnya menjadi laga terbaik Timberwolves sejauh seri ini, dengan Nickeil Alexander-Walker, Donte DiVincenzo, dan Jaden McDaniels masing-masing mencetak lebih dari 20 poin.
Artikel Terkait
Knicks Kembali ke Final Wilayah Timur, Kedua Kalinya Sejak Era Rick Brunson
Oklahoma City Thunder ke Final Wilayah Barat, Pecahkan Rekor sebagai Tim Termuda
Tradisi Baru Tercipta di Final Wilayah Barat, Duel Supremasi Muda OKC Thunder vs Timberwolves
Meledak di Paruh Kedua, Thunder Petik Kemenangan di Gim 1 Final Wilayah Barat
Gim 4 Final Wilayah Barat: Tantangan OKC Thunder Bernama Anthony Edwards