SportlinkNews - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Dito Ariotedjo, mempertanyakan komitmen PSSI dalam menyelenggarakan Liga Putri Indonesia.
Ia menegaskan bahwa keberadaan liga khusus untuk pesepak bola perempuan sangat penting demi perkembangan sepak bola putri nasional.
Pihaknya mengaku akan segara melakukan komunikasi dengan pihak PSSI untuk membahas alasan mengapa belum juga digelarnya Liga Putri dan apa solusi yang bisa dilakukan.
Baca Juga: Christian Horner Tinggalkan Red Bull Racing, Pengabdian 20 Tahun Hilang Sekejap
"Ya, ini nanti akan kami tanyakan juga. Karena kami juga ingin Liga Putri ini segera diselenggarakan," ujar Dito kepada awak media, di Kemenpora, Selasa, 9 Juli 2025.
Menurutnya, Liga Putri perlu segera digelar agar bisa menjadi ajang scouting dan pembinaan atlet-atlet perempuan dari seluruh Indonesia.
Ia pun menyarankan agar kompetisi tak perlu langsung berskala besar, melainkan cukup dimulai dengan format yang praktis namun konsisten.
Baca Juga: Persebaya Tundukkan Western Australia All Star, Rivera dan Rizky Dwi Cetak Gol
"Mungkin nanti saya akan memberikan masukan ke PSSI bahwa mungkin bisa diselenggarakan juga secara praktis. Jadi jangan yang bersifat grande dulu," kata Dito.
"Ini kan kita mau memulai untuk memberikan pemicu dan juga suntikan agar atlet-atlet putri bola se-Indonesia ini bisa terscouting juga," jelasnya.
Dito menilai Liga Putri bisa menjadi langkah strategis untuk memberikan pijakan awal agar ekosistem sepak bola putri tumbuh secara organik.
Baca Juga: PSIM Yogyakarta Perkuat Lini Pertahanan dengan Bek Asal Argentina di Super League 2025/26
Sekaligus, membuka jalan untuk liga nasional yang lebih besar di masa depan, dengan porsi perhatian yang setara dengan sepak bola putra.
Liga 1 Putri terakhir digelar pada 2019, dengan 10 tim peserta. Ketika itu Persib Bandung juaranya.
Namun, setelah itu, kompetisi putri senior tak pernah digelar lagi. Memang ada masa vakum karena covid-19, tetapi kemudian ternyata vakum kebablasan hingga berlangsung selama enam tahun hingga kini.
Baca Juga: 16 Atlet Rusia Ikuti Program Latihan Bersama Dua Pekan di Pelatnas PBSI
Awalnya, PSSI menargetkan pelaksanaan Liga Putri kembali pada 2026. Namun, pada Februari 2025, Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengumumkan penundaan ke 2027.
Alasan, karena masih belum banyak talent sepakbola putri yang dimiliki, termasuk klub-klub profesionalnya.
Krisis muncul karena talent pool pesepak bola putri masih minim. Pembinaan grassroot baru berjalan di kategori U‑12 dan U‑14, sementara U‑16 belum mencukupi dan baru sekitar tahun ini berjalan untuk kembali mencari bibit-bibit baru lewat Piala Pertiwi.
Baca Juga: Kalender LaLiga 2025/26 Resmi Diumumkan, Catat Duel Penting Klub Favorit
Selain kurangnya talent pool pesepak bola putri, PSSI juga memperhatikan aspek finansial dan operasional, termasuk biaya transportasi dan kesiapan klien agar liga bisa berjalan berkelanjutan.
Mereka juga ingin melakukan benchmarking terlebih dahulu terhadap liga putri di negara-negara seperti Belanda, Jepang, dan Inggris, sebelum meluncurkan kompetisi skala nasional.
Artikel Terkait
Pamit, Shin Tae-yong Menyambangi Menpora Dito Ariotedjo Sebelum Pulang ke Korea
Menpora Dito Ariotedjo Berharap Kejuaraan Sepak Takraw di Daerah Kembali Digencarkan
PSSI Evaluasi Performa Timnas Putri, Liga Putri Indonesia Ditargetkan Mulai 2027
Kunjungi Menpora Dito, Dubes Bahrain Sampaikan Kekhawatirannya Menjelang Duel Indonesia vs Bahrain
Gagal Lolos Piala Asia, Timnas Putri Evaluasi Diri dan Siapkan Target Baru di ASEAN Championship