SportlinkNews - Olahraga sepak takraw memang belum sepopuler bulu tangkis atau sepak bola. Meski begitu, Indonesia punya rekam jejak cukup bagus di cabang olahraga ini.
Indonesia bisa dibilang sebagai salah satu kekuatan cabang olahraga ini di wilayah Asia Tenggara, bahkan pada Asian Games 2018 Indonesia meraih medali emas sepak takraw nomor Quadrant Putra.
Untuk wilayah ASEAN, Indonesia menjadi kekuatan yang diperhitungkan setelah Thailand, Malaysia, dan Filipina.
Baca Juga: Ini Dia, Tiga Calon Lawan Barcelona di Semifinal Copa Del Rey
Terkait perkembangan sepak takraw Indonesia, Menpora Dito Ariotedjo berharap dan sekaligus mendorong digencarkannya kembali penyelenggaraan kejuaraan sepak takraw di daerah-daerah.
Menurutnya, eksistensi sepak takraw Indonesia harus dipertahankan di panggung internasional.
Hal itu disampaikan Menpora Dito saat menerima tokoh sepak takraw Indonesia, Amirullah Abbas di Kemenpora, Jakarta, Kamis (6/2).
Baca Juga: Masuk Semifinal Copa Del Rey, Hansi Flick Bilang Barca Harus Bersikap Hati-Hati
"Kejuaraan sepak takraw di daerah penting dilakukan untuk menggairahkan olahraga ini. Dengan begitu, ekosistem sepak takraw nasional bisa semakin berkembang," ujar Menpora.
Selain meningkatkan partisipasi, Menpora Dito menegaskan bahwa langkah ini juga bertujuan untuk mempertahankan prestasi tim nasional sepak takraw Indonesia di level Asia, bahkan dunia.
"Sepak takraw Indonesia harus tetap berprestasi. Oleh karena itu, pembinaan atlet harus dilakukan sejak dini agar kita bisa mencetak pemain-pemain hebat," tambah Menpora Dito.
Baca Juga: Bursa Transfer Sibuk, Cesc Fabregas Samakan Como dengan Juventus
Lebih lanjut, Menpora Dito juga ingin pembinaan atlet cabang olahraga tersebut harus digalakkan lagi di tingkat daerah. Termasuk di sekolah-sekolah diharap bisa menjadi opsi tambahan untuk kegiatan ekstrakurikuler.
“Karena kita tahu Indonesia ini sangat punya potensi di sepak takraw. Pembinaan di daerah harus ditingkatkan, ya kita tahu salah satunya Sulawesi khususnya Gorontalo sangat besar potensi atletnya,” jelas Menpora Dito.
Artikel Terkait
Real Madrid Catat Rekor Klub Bola Paling Tajir Sedunia, Pendapatannya Tembus Rp176 Triliun
Gelaran WorldSBK 2025 Segera Dimulai, Phillip Island Jadi Saksi Keseruan Balap Superbike
PB Perkemi Gelar Special Study Session, Libatkan 277 Kenshi dan Guru dari Jepang
New York Pecahkan Rekor Selebrasi Siu, tapi Ronaldo Malah Tidak Muncul