Di antara para pesaingnya terdapat nama-nama besar seperti gelandang Arsenal, Declan Rice, serta Lamine Yamal dari Barcelona.
FIFA juga telah membuka voting global agar para penggemar sepak bola dari berbagai negara bisa memberikan suara mereka.
Baca Juga: Cole Palmer Mulai Pulih dari Cedera Panjang Tapi Kembali Mendapat Musibah, Jari Kakinya Retak
Masuknya Rizky Ridho dalam daftar nominasi menjadi sejarah baru bagi sepak bola Indonesia.
Untuk pertama kalinya, Indonesia memiliki perwakilan dalam ajang FIFA Puskas Award.
Penjaga gawang Persija, Andritany Ardhiyasa, turut memberikan dukungan penuh.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan Serie A Italia, Duel Inter Milan vs AC Milan Jadi Fokus Pekan ke-12
Ia berharap Ridho mampu mengikuti jejak sukses pemain Asia Tenggara lainnya yang pernah mendapat pengakuan di ajang ini, seperti pemain Malaysia, Mohd Faiz Subri.
Faiz Subri sebelumnya berhasil masuk nominasi dan akhirnya memenangkan Puskas Award berkat gol tendangan bebas fenomenal yang ia ciptakan saat Penang FA menghadapi Pahang FA pada 16 Februari 2016.
Tendangannya melengkung tajam secara tidak terduga dan meninggalkan kiper lawan tanpa reaksi.
Baca Juga: Setahun Memimpin Manchester United, Ruben Amorim: Saya Merasa Sangat Emosional Sepanjang Waktu
Ia menerima penghargaan tersebut pada The Best FIFA Football Awards di Zurich, Swiss, 9 Januari 2017, setelah meraih suara terbanyak dalam voting online di situs resmi FIFA.
Dengan pencapaian Faiz Subri sebagai contoh, Andritany berharap Ridho bisa meraih hasil serupa.
“Ada pemain Malaysia yang pernah dapat penghargaan itu, masa Indonesia tidak,” ucapnya.
Baca Juga: Proliga 2026 Siap Panas! Kota Baru, Tim Baru, dan Kompetisi Tanpa Libur Ramadan
Artikel Terkait
TJ Dillashaw: Carlos Prates Belum Siap Hadapi Islam Makhachev
Raymond/Nikolaus Buka Peluang Ciptakan "All Indonesia Finals" 2025 di Australia Open 2025
Dua Ganda Putri Indonesia ke Semifinal, Satu Tiket Final Australia Open 2025 Sudah di Tangan
50 Hari Menuju IBL 2026, Klub Mulai Panas di Bursa Pemain
SEA Games Thailand Jadi Parameter Utama Indonesia Menuju Olimpiade 2028