Di mana kontingen Merah Putih sebagai salah satu delegasi terbesar. Langkah ini sekaligus menunjukkan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan daya saing Indonesia di level internasional.
"SEA Games Thailand akan menjadi parameter penting bagi kami. Dari sini, kami bisa melihat sejauh mana kesiapan cabor menghadapi target besar menuju Olimpiade 2028,"ujar Erick dalam jumpa pers di Kemenpora, Senayan, Jumat, 21 November 2025.
Erick menegaskan bahwa capaian di Thailand bukan hanya soal meraih medali, tetapi juga tolok ukur efektivitas pembinaan.
Baca Juga: TJ Dillashaw: Carlos Prates Belum Siap Hadapi Islam Makhachev
Ajang ini menjadi titik antara menuju rangkaian kompetisi prestisius lainnya seperti Asian Games 2026 hingga SEA Games 2027 sebelum akhirnya menghadapi Olimpiade 2028.
"Saya ingin semua cabor serius. Ini bukan sekadar bertanding, tetapi mempertahankan martabat bangsa. Semua harus berkontribusi medali," ujarnya.
Dari 51 cabor yang dipertandingkan, Indonesia mengikuti 48. Kemenpora bersama KONI, NOC, dan CdM telah menetapkan target 80 medali emas dan minimal finis tiga besar.
Baca Juga: Dua Ganda Putri Indonesia ke Semifinal, Satu Tiket Final Australia Open 2025 Sudah di Tangan
Meski beberapa cabor menargetkan total 120 emas, angka realistis hasil evaluasi berada pada kisaran 80.
Erick menegaskan bahwa dengan dukungan anggaran yang meningkat hingga Rp 66 miliar, performa setiap cabang akan dipantau ketat. Bagi cabor yang gagal memenuhi target, sistem promosi-degradasi akan diberlakukan dalam DBON.
"Anggaran sudah kita naikkan. Dengan 996 atlet yang dikirim, setiap cabor wajib membawa medali. Kalau tidak memenuhi target, ya silakan masuk kategori mandiri," tegas Erick.
Baca Juga: Menang Taruhan, Juara Moto2 Ini Dapat Hadiah Tunggangi Motor MotoGP Yamaha Milik Jack Miller
Jadi Sorotan
Pemerintah memastikan tidak ada kompromi dalam pemilihan atlet. Hanya atlet terbaik yang diberangkatkan, tanpa adanya ‘titipan’, baik dari sisi pelatih maupun usia.
"Banyak atlet muda justru lebih berprestasi dari seniornya. Saya tidak memandang umur. Semua harus ngotot," kata Erick menegaskan.
Dukungan pemerintah mencakup pemusatan latihan, program try out dan try in, serta logistik dan kebutuhan teknis lain guna memastikan persiapan berjalan optimal.
Chef de Mission Indonesia untuk SEA Games 2025, Bayu Priawan Djokosoetono, menyebut bahwa para atlet menunjukkan semangat luar biasa jelang keberangkatan.
Hingga saat ini, ia telah mengunjungi lebih dari separuh cabor yang akan berlaga.
"Para atlet sangat siap dan percaya diri untuk memberikan yang terbaik. Kami optimistis posisi Indonesia minimal sama seperti edisi sebelumnya,” katanya.
SEA Games Thailand yang berlangsung 9–20 Desember 2025 menjadi langkah penting dalam menjaga kesinambungan prestasi nasional. Hasil dari ajang ini akan menjadi fondasi untuk menentukan arah pembinaan menuju puncak prestasi di Olimpiade 2028.
Artikel Terkait
Indra Sjafri Hadapi Dinamika Pemanggilan Pemain: Klub Minta Pulang, Timnas Kejar Pemain Terbaik untuk SEA Games 2025
PSSI Umumkan Agenda Timnas 2026, Timnas U-22 Fokus Raih Emas SEA Games
SEA Games 2025: Timnas U-22 Indonesia Tak Dibebani Emas, Ini Penjelasan Erick Thohir
Indonesia Kirim 996 Atlet ke SEA Games Thailand 2025, Menpora Erick Thohir Targetkan 80 Medali Emas
Marciano Norman Tegaskan Cabor yang Dikirim ke SEA Games Harus Bekerja Maksimal Raih Medali Emas