SportlinkNews - Awan hitam menyelimuti langit sepak bola Indonesia, Malang khususnya. Salah satu putra terbaik bangsa, Kuncoro, telah berpulang ke Rahmatullah pada Minggu, 18 Januari 2026.
Kuncoro dikenal sebagai petarung tangguh di lapangan hijau. Ia mengembuskan napas terakhirnya akibat serangan jantung.
Itu terjadi usai bermain sepak bola bersama para sahabat legend Arema lainya di acara 100 tahun Stadion Gajayana, tempat yang sangat bersejarah baginya, mulai awal berkarier hingga menjemput pulang ke Rahmatullah .
Baca Juga: Asisten Pelatih Arema FC, Kuncoro Meninggal Dunia
Kepergian Kuncoro di usia 52 tahun meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar Arema FC. Tapi juga bagi pecinta sepak bola nasional yang mengenang kegigihan dan dedikasinya.
Detik-Detik Berpulangnya Sang Legenda
Insiden memilukan tersebut terjadi di tengah pertandingan reuni para legenda sebak bola Malang Raya dari berbagai klub seperti Arema maupun Persema.
Kuncoro yang masih aktif menjaga kebugaran, usai pertandingan tiba-tiba ambruk di bench Stadion Gajayana.
Meski sempat mendapatkan pertolongan pertama dan dilarikan ke Rumah Sakit Syaiful Anwar, nyawa sang legenda tidak tertolong.
Baca Juga: Barcelona Terpukul Perebutan Gelar Juara Setelah Tumbang Melawan 10 Pemain Real Sociedad
Ia "pergi" di tempat yang membesarkan namanya, dengan kenangan bersama para sahabatnya dan sepakbola yang menghidupinya.
Kilas Balik: "Jimat" Juara Tiga Klub Berbeda
Kuncoro adalah definisi pemain serba bisa atau “versatile” Sepanjang kariernya, ia fasih bermain sebagai bek kanan, stoper, hingga gelandang.
Karakter permainannya yang keras, lugas, dan tak kenal kompromi menjadikannya momok bagi penyerang lawan.
Kuncoro mencatatkan rekor istimewa yang jarang dimiliki pemain lain.
Artikel Terkait
Maarten Paes Kembali Bantah Gabung Persib
Piala Afrika Makan Korban, Wajah Pemain Maroko Berlumuran Darah
Aksi Ronaldo Keterlaluan Mengundang Reaksi Warganet
Arsenal Menyalip Chelsea di Puncak Daftar Klub Terkaya Sepak Bola yang Didominasi WSL
Metalwood x Adidas Skateboarding Merilis Predator Sala Berbahan Suede